Senin, 18 Mei 2026

Kebakaran Panti Asuhan Holly Angel

Suster Marisa Teriak Minta Tolong, Sambil Gendong Bayi Berusia Lima Bulan

Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti itu.

Tayang:
POS-KUPANG.COM/HO
TERBAKAR - Kebakaran melanda Panti Asuhan Guardian Holy Angel di Jalan Nanga Jamal, RT 009/RW 004, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Rabu (13/5), sekitar pukul 14.00 Wita. 

Ringkasan Berita:
  • Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti di RT 09/RW 04 Kelurahan Naikoten I Kota Kupang. 
  • Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan. 
  • Di panti asuhan itu, ujar dia, ada 10 anak laki-laki dan 9 perempuan, termasuk beberapa balita dan bayi berusia lima bulan. 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penanggung jawab Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Suster Marisa da Costa, CJD, menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran panti di RT 09/RW 04 Kelurahan Naikoten I Kota Kupang. 

Panti asuhan tersebut diketahui milik para suster dari ordo Canonici Regulares a Jesu Domino (CJD) atau Ordo Suster Kanonik Regular dari Yesus Tuhan. Di panti asuhan itu, ujar dia, ada 10 anak laki-laki dan 9 perempuan, termasuk beberapa balita dan bayi berusia lima bulan. 

Rumah tersebut kabarnya milik Bapak Emanuel Mali, SH, yang digunakan sebagai Panti Asuhan Guardian Holy Angel Kupang.
Suster Marisa mengatakan, penghuni panti yang terdiri dari anak-anak hingga suster dalam kondisi selamat. Meski sebagian barang dan berkas penting lainnya terbakar tak tersisa. 

“Waktu saya ambil bayi, lalu saya duduk di luar ruang tamu bersama lima anak. Tidak lama kemudian saya dengar seperti bunyi dan seperti ada yang terbakar,” kata Suster Marisa da Costa di lokasi kejadian, Rabu (13/5). 

Oleh karena curiga, Suster Marisa da Costa lalu masuk ke salah satu kamar kosong. Ia menyaksikan api sudah menyala di dinding dekat sebuah kasur yang kebetulan berada di dekat titik api muncul. 

Suster Marisa da Costa lalu berteriak ketika ke warga sekitar untuk meminta bantuan. “Saya berteriak, tetapi api sudah menyala besar. Semua bagian dalam rumah tertutup asap dan gelap,” kata Suster Marisa da Costa

Melihat api tersebut, Suster Marisa da Costa segera memanggil seluruh anak panti dan berteriak meminta pertolongan warga. Ia juga dengan sigap mengevakuasi anak-anak keluar dari rumah, termasuk menggendong seorang bayi berusia lima bulan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan dan berupaya membantu memadamkan api. Namun, sejumlah berkas dan dokumen penting milik panti maupun penghuni tidak berhasil diselamatkan dan ikut terbakar.

Saat kejadian, kata dia, hanya ada dua suster yang berada di panti bersama 19 anak asuh. Dua suster lainnya sedang berada di luar daerah. Meski dilanda kepanikan, Sr. Marisa da Costa memastikan seluruh anak berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa maupun luka-luka.

Dikatakan Suster Marisa da Costa, akibat kebakaran itu juga seluruh dokumen penting milik panti ikut terbakar, termasuk surat tanah, dokumen pendidikan anak-anak, serta perlengkapan elektronik.

Kebakaran itu juga melenyapkan perlengkapan milik panti seperti lemari, pakaian, dan peralatan sehari-hari. Bahkan, Suster Marisa mengaku hanya ada pakaian yang tersisa di badannya. “Semua barang habis, kami hanya tersisa baju di badan. Saya sendiri hanya sisa satu baju,” kata Suster Marisa da Costa

Secara keseluruhan, ada 19 orang anak dan 4  suster di panti tersebut. Ketika kejadian, dua suster sedang berada di Makassar. Sementara satu suster, sedang berada di Dispenduk Kota Kupang. Suster Marisa hanya sendirian di lokasi kejadian. 

“Kalau saya tidur, saya tidak tahu lagi. Tidak ada anak-anak yang menjadi korban. Semua selamat. Saya terus mencari dan memastikan semua anak ada,” kata Suster Marisa da Costa.

Api dari Meteran Listrik

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved