NTT Terkini
NTT Pimpin Indeks Kegemaran Membaca, Pemerintah Kucurkan Dana BPP Perpustakaan Daerah Rp7,99 Miliar
Indeks ini diukur melalui tiga dimensi utama, yakni pra-membaca yang mencakup motivasi, akses, kebiasaan dan budaya literasi, saat membaca
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil memimpin Indeks Kegemaran Membaca tingkat nasional dengan skor 62,05, tertinggi di seluruh Indonesia.
Capaian tersebut merujuk pada Surat Edaran dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026.
Indeks ini diukur melalui tiga dimensi utama, yakni pra-membaca yang mencakup motivasi, akses, kebiasaan dan budaya literasi, saat membaca yang meliputi perilaku membaca dan literasi sosial, serta pasca membaca yang menilai dampak dan nilai tambah dari aktivitas membaca.
Sejalan dengan capaian tersebut, pemerintah terus memperkuat literasi masyarakat melalui penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Dana Bantuan Pengembangan Program (BPP) Perpustakaan Daerah.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT, Adi Setiawan, menyampaikan pada tahun 2026 terdapat 10 pemerintah daerah yang menerima alokasi dana tersebut, yakni Kabupaten Alor, Belu, Flores Timur, Lembata, Manggarai, Nagekeo, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, serta Kota Kupang.
“Total alokasi dana mencapai Rp4,49 miliar dengan rata-rata Rp448,69 juta per daerah. Kabupaten Lembata menerima alokasi tertinggi sebesar Rp600 juta,” jelasnya.
Hingga 12 Mei 2026, penyaluran tahap pertama sebesar 50 persen atau Rp2,24 miliar telah terealisasi. Dana ini dimanfaatkan untuk pembinaan perpustakaan, gerakan pembudayaan membaca, pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal, penyelenggaraan pekan literasi daerah, hingga penyelamatan naskah kuno Nusantara.
Transformasi literasi di NTT juga diperluas melalui penguatan sektor budaya, termasuk museum dan taman budaya.
Baca juga: Dorong Pembangunan Daerah, DJPb dan Pemkab Kupang Bahas Optimalisasi TKD dan KUR
Adi menyebutkan, DAK Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dialokasikan sebesar Rp2 miliar untuk wilayah Alor, Sumba Timur, dan Provinsi NTT. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi tahap pertama telah mencapai Rp1 miliar atau 50 persen.
Selain itu, BOP Taman Budaya dialokasikan sebesar Rp1,5 miliar khusus untuk Provinsi NTT dengan realisasi tahap pertama sebesar Rp750 juta atau 50 persen. Dana ini difokuskan untuk pemeliharaan sarana prasarana serta mendukung aktivitas seni budaya agar tetap hidup dan inklusif.
“Literasi dan akses terhadap bahan bacaan merupakan hulu dari ilmu pengetahuan, sementara museum dan taman budaya menjadi hilir pelestarian identitas daerah. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Adi.
Ia menegaskan, penyaluran tahap pertama seluruh program tersebut telah rampung dan diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT.
“Dengan penyaluran tahap I yang telah selesai, kami optimistis penguatan literasi dan pelestarian budaya akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas SDM di Bumi Flobamora,” tegasnya. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
NTT Terkini
perpustakaan daerah
Perpustakaan Nasional
Kanwil DJPb
Adi Setiawan
literasi
POS-KUPANG.COM
| Dorong Pembangunan Daerah, DJPb dan Pemkab Kupang Bahas Optimalisasi TKD dan KUR |
|
|---|
| PLN UIP Nusra Tegaskan Komitmen Pembangunan Kelistrikan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Pemprov NTT yakin Harga Sembako Bisa Kembali Normal |
|
|---|
| BERITA POPULER : Brimob Polda NTT Amankan BBM, Konflik Adonara Timur, Kemelut Kopdit Swasti Sari |
|
|---|
| Penerimaan Warga Jadi Kunci, PLN Perkuat Pendekatan Sosial dalam Pengembangan Geothermal di Flores |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kakanwil-DJPb-Provinsi-NTT-Adi-Setiawan-dalam-konferensi-pers-yang-di-Aula-DJPb-NTT.jpg)