Selasa, 12 Mei 2026

NTT Terkini 

Meski Diprotes, Kadis Koperasi NTT Nyatakan Kopdit Swasti Sari Sehat

Linus mendorong, sebuah organisasi tetap dinamis. Namun, paling penting adalah menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat dan menjaga kepercayaan. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
LANTIK - Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT Linus Lusi ketika melantik para Pengurus dan Pengawas Kopdit Swasti Sari periode 2026-2028, Senin, (11/5/2026) di Hotel Kristal Kupang. 

Meski Diprotes, Kadis Koperasi NTT Nyatakan Kopdit Swasti Sari Sehat

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pelantikan Pengurus dan Pengawas Kopdit Swasti Sari sempat terjadi protes oleh Yohanes Sason Helan. Ia merupakan salah satu Pengurus terpilih namun tidak mengikuti pelantikan. 

Saat pelantikan, Senin (11/5/2026) di Hotel Kristal Kota Kupang, oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT Linus Lusi, Sason justru melakukan protes. 

Dia menilai, Linus melanggar aturan organisasi karena melakukan pelantikan saat dinamika internal belum selesai. Sepanjang pelantikan, Sason memprotes. Meski begitu, Linus tetap melaksanakan pelantikan dan memberikan sambutan. 

Linus mengatakan, Kopdit Swasti Sari sedang memulai langkah baru dengan sebuah visi baru. Pengawas dan Pengurus yang dilantik merupakan perwakilan semua anggota. 

Baca juga: Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari Tanggapi Isu Ajakan Keluar dari Keanggotaan

"Kebijakan perkoperasian di NTT, implementasinya di sektor rill. Kalau mau jadi hebat, etika kepemimpinan, etika organisasi, dijunjung setinggi-tingginya. Saya Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT, Linus Lusi, berdiri tegap disini untuk menyatakan koperasi ini sangat sehat," ujarnya. 

Segala dinamika, kata dia, yang terjadi harus membuat Kopdit Swasti Sari juga terus tegak dan besar. Ia mengapresiasi langkah Kopdit Swasti Sari

Tugas Pemerintah, kata dia, adalah menjaga semua koperasi terus tumbuh dan sehat dari sisi manajemen hingga pengelolaan keuangan. Linus mengatakan, jumlah koperasi di NTT tidak sedikit atau total 7.210 unit. Ribuan koperasi itu mencatat lebih dari satu juta anggota. 

"Ini tanggung jawab sebagai moril, saya hadir berdiri tegap menyatakan koperasi ini sehat dan berkembang," ujarnya. 

Linus mengaku, dirinya sangat menghargai para pendiri yakni para guru Sekolah Dasar (SD). Dia mengajak untuk semua pihak mengurus koperasi ini. 

Linus mendorong, sebuah organisasi tetap dinamis. Namun, paling penting adalah menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat dan menjaga kepercayaan. 

"Saya hadir dan lantik, tidak boleh lama-lama dalam persoalan. Tugas Pemerintah memberi jaminan sehat, tumbuh kembang koperasi," ujarnya. 

Linus mengatakan, tantangan yang dihadapi pada saat ini adalah menumbuhkan sebuah jati diri koperasi. Semua orang, bagi dia perlu mematuhi setiap sistem yang berlaku dalam sebuah organisasi. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved