Breaking News
Senin, 11 Mei 2026

NTT Terkini 

Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari Tanggapi Isu Ajakan Keluar dari Keanggotaan

Geri mengajak, semua anggota dan karyawan untuk memajukan Kopdit Swasti Sari dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PELANTIKAN - Pelantikan Pengurus dan Pengawas Kopdit Swasti Sari oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT Linus Lusi, Senin, (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Ketua Kopdit Swasti Sari Wilhelmus Geri menanggapi adanya isu ajakan untuk keluar dari keanggotaan. Geri meminta semua anggota agar menelaah informasi setiap informasi. 

"Dalam RAT tahun buku 2025, keuangan Swasti Sari sangat sehat. Kalau ada ajakan untuk kita keluar, saya mohon dengan hormat supaya anggota terhormat saya, untuk tidak serta mendengarkan informasi itu," katanya, Senin (11/5/2026). 

Geri meminta anggota untuk melihat lebih dalam ihwal Kopdit Swasti Sari. Perlu juga, kata dia, memahami alasan ajakan setiap orang untuk keluar dari Kopdit Swasti Sari

Baginya, polemik yang melanda Kopdit Swasti Sari merupakan proses untuk mendewasakan seseorang menjadi pemimpin. Untuk itu, semua anggota agar bisa memberi kepercayaan kepada Pengurus dan Pengawas pasca pelantikan. 

"Kita bergandengan tangan ber sama-sama, majukan koperasi ini tanpa embel-embel bahwa sekarang sudah dipimpin kami sekian orang ini sehingga kita segera keluar. Tolong, supaya anggota terhormat, supaya bisa mencari tahu akar permasalahannya sebelum memutuskan," ujarnya. 

Baca juga: Pengurus Pengawas Kopdit Swasti Sari Dilantik Kadis Koperasi NTT, Sason Helan Protes

Sejauh ini, Kopdit Swasti Sari memiliki anggota 217.393.000. Geri mengatakan, langkah teknis yang dilakukan yakni menggelar pertemuan internal rutin dalam rangka pembenahan organisasi. Terutama berkaitan dengan simpan pinjam. 

Selain itu, koordinasi juga dilakukan untuk semua jajaran hingga ke kantor cabang yang berada di 30 titik. Langkah itu dimaksudkan untuk melihat pengelolaan keuangan untuk melihat kekurangan dan kelebihan. 

"Kami tidak mau muluk-muluk, melainkan dengan kerja sama. Karyawan adalah ujung tombak, roda penggerak," ujarnya. 

Dia mengatakan, setiap Kantor cabang dan kas wajib membuat target sebagai bagian dari pengontrolan. Pengawas menggunakan observasi, wawancara langsung ke karyawan, dan menelaah semua dokumen pendukung. 

Geri mengajak, semua anggota dan karyawan untuk memajukan Kopdit Swasti Sari dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan. 

Sekretaris I Fransiskus Ola Krowin menambahkan, dibutuhkan Pengurus, Pengawas dan Manajemen harus solid. Menurut dia, kekompakan merupakan kunci menjawab turbulensi yang sedang dialami. 

Dia mengatakan, Kopdit Swasti Sari terus melaksanakan berbagai agenda sesuai rancangan yang sudah ada. Fransiskus mengajak semua pihak untuk berkolaborasi memajukan Kopdit Swasti Sari

"Bapa mama jangan ragu dengan Swasti Sari. Kalaupun ada dinamika yang berkembang, kita berdoa supaya badai segera berlalu. Yakinlah badai segera berlalu," katanya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved