Sabtu, 9 Mei 2026

Undana

Launching Siber Sehat NTT, Undana Siapkan Instrumen Deteksi Adiksi Digital

Rektor Undana menegaskan kampanye ini merupakan momentum penting dalam menjaga kesehatan peradaban masyarakat di era digital.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
Peluncurkan program dan kampanye Siber Sehat NTT yang dipusatkan di area car free day (CFD) Jalan El Tari, tepatnya di depan Kantor Gubernur NTT, Sabtu (9/5/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan program dan kampanye Siber Sehat NTT
  • Rektor Undana menegaskan kampanye ini merupakan momentum penting dalam menjaga kesehatan peradaban masyarakat di era digital
  • Undana hadir sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan pendekatan berbasis ilmiah guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan program dan kampanye Siber Sehat NTT yang dipusatkan di area car free day (CFD) Jalan El Tari, tepatnya di depan Kantor Gubernur NTT, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA ini juga dirangkaikan dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Siber Sehat NTT sebagai langkah konkret mencegah kecanduan gadget, dampak negatif dunia digital, serta penyebaran hoaks di tengah masyarakat.

Launching tersebut dihadiri langsung Gubernur NTT Melki Laka Lena, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Adi Mandala, serta masyarakat yang memadati kawasan CFD.

Dalam sambutannya, Rektor Undana menegaskan kampanye ini merupakan momentum penting dalam menjaga kesehatan peradaban masyarakat di era digital.

“Setiap notifikasi dan aktivitas di media sosial memicu pelepasan dopamin di otak yang bekerja seperti kecanduan rokok atau alkohol. Ini bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi krisis kesehatan mental yang harus segera kita putus mata rantainya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Undana hadir sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan pendekatan berbasis ilmiah guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui Layanan Psikologi Terpadu Undana, pihaknya akan menyumbangkan tiga pilar utama, yakni penyusunan alat ukur deteksi adiksi digital, penyediaan materi edukasi berbasis kajian psikologis, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) layanan psikologis bagi masyarakat yang mengalami kecanduan berat.

Selain itu, Undana juga menurunkan 60 mahasiswa relawan dari Program Studi Psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kehumasan untuk terlibat langsung dalam edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa Prodi PLS Undana Gaungkan Cerdas Tanpa Narkoba

Para relawan ini mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan sederhana seperti menetapkan zona bebas handphone di rumah, tidak membuka gawai dalam 30 menit pertama setelah bangun tidur, serta mengganti waktu layar dengan aktivitas produktif seperti olahraga atau interaksi langsung bersama keluarga.

Rektor Undana menambahkan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian dari konsep “kampus tanpa dinding” yang membawa ilmu pengetahuan langsung ke ruang publik.

Ia berharap melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, program Siber Sehat NTT dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga sehat secara mental.

“Undana akan terus mengawal program ini bersama Pemerintah Provinsi NTT, agar masyarakat mampu berdaulat atas teknologi dan tidak menjadi korban adiksi digital,” ujarnya.

Kegiatan launching dan kampanye ini pun berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan di area CFD. (uan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved