NTT Terkini
Kinerja Lelang Menguat, DJKN Bali Nusra Catat Lonjakan Realisasi di NTT
Dalam paparannya, Desak Jeny menyebut, realisasi pokok lelang pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 3,18 miliar.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kinerja lelang menguat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali Nusra mencatat adanya lonjakan realisasi lelang di Provinsi NTT.
Hal ini dikatakan Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra melalui perwakilannya, Desak Jeny dalam Forum aset and Liability committe (ALCo) Regional NTT melalui konferensi pers APBN Kinerja Fakta (KiTa) atau “Katong Pung APBN” secara daring di Aula Kantor DJPb NTT, Kamis (7/5/2026).
Desak Jeny menjelaskan, kinerja lelang di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif, terutama pada lelang noneksekusi sukarela yang menjadi kontributor terbesar terhadap capaian pokok lelang.
Dalam paparannya, Desak Jeny menyebut, realisasi pokok lelang pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 3,18 miliar.
Baca juga: Balai Lelang Flobamora di Kupang Siap Bantu Masyarakat Dapat Harga Jual Beli Ideal
“Angka ini kemudian melonjak signifikan pada Maret 2026 menjadi Rp16,41 miliar atau tumbuh 416,71 persen secara month-to-month (MoM),” sebutnya.
Meski mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, kata Desak Jenny, secara tahunan capaian pokok lelang hingga Maret 2026 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Hingga Maret 2026, realisasi pokok lelang mencapai Rp16,41 miliar atau 37,95 persen dari target Rp 43,25 miliar. Sementara pada Maret 2025 realisasi tercatat sebesar Rp 78,35 miliar atau 17,41 persen dari target Rp 450 miliar,” jelasnya.
Desak Jeny juga mengungkapkan, kontribusi terbesar capaian pokok lelang berasal dari jenis lelang noneksekusi sukarela dengan kontribusi sebesar 65 persen. Sementara lelang eksekusi menyumbang 24 persen dan noneksekusi wajib sebesar 11 persen dari total realisasi pokok lelang.
“Capaian pokok lelang didominasi oleh lelang noneksekusi sukarela dengan kontribusi sebesar 65 persen,” katanya.
Lebih lanjut, Desak Jeny mengatakan, dari sisi pelaksanaan, seluruh capaian pokok lelang berasal dari pelaksanaan lelang oleh Pejabat Lelang Kelas I dengan kontribusi mencapai 100 persen.
Selain nilai pokok lelang, kata dia, frekuensi pelaksanaan lelang juga menunjukkan peningkatan. Hingga Maret 2026, frekuensi lelang tercatat sebanyak 149 frekuensi.
“Frekuensi lelang sampai dengan bulan Maret 2026 sebesar 149 frekuensi. Capaian ini sudah melampaui capaian Triwulan I 2025 dengan kenaikan sebesar 88,61 persen year-on-year,” ucap Desak Jeny. (mey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/DJKL.jpg)