Podcast Pos Kupang
Dompet Dhuafa NTT Hadir dengan Program Jawab Kebutuhan Masyarakat
Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa memberi bantuan berupa biaya kuliah kepada salah satu siswa asal TTS bernama Aminah Lopo.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yayasan Dompet Dhuafa Provinsi Nusa Tenggara Timur hadir dengan program-program andalan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Manager Fundraising Dompet Dhuafa NTT, Muhammad Khasbullah Djailany, S.Sy.,CZM, dalam Podcast Pos Kupang, Senin, 27/04/2026 mengatakan, Dompet Dhuafa sendiri sudah familiar di lembaga filantropi sejak tahun 90-an tepatnya 1993 silam.
"Asal muasalnya ketika media Republika, salah satu media terbesar dulu, karyawan-karyawannya itu kan wartawan. Jadi mereka diberikan amanah tugas untuk cari berita di daerah. Ketika sampai di daerah itu mereka menemukan adanya gap antara si kaya dan si miskin. Mereka kalau cari berita tentang politik ketemunya tentang kemiskinan, tentang Dhuafa, tentang keterbelakangan dan semacamnya. Ternyata bukan cuma satu dua orang yang menemukan hal itu. Ada beberapa wartawan Republika yang turun ke lokasi dan menemukan keadaan yang sama," ungkapnya.
"Akhirnya ketika mereka pulang dan evaluasi tentang pemberitaan, disanalah kemudian mereka punya satu visi dan misi, bagaimana kita buat satu wadah untuk bisa ketika kita turun ke lapangan bukan cuma berita yang kita liput tetapi ada hal-hal kemanusiaan yang kita berikan kepada warga setempat. Kemudian dibuatlah nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika," tambahnya.
Baca juga: Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa NTT Gelar Talk Show Wakaf Produktif
Hingga saat ini, Yayasan Dompet Dhuafa telah tersebar di 30 Provinsi di Indonesia dan oleh para pendiri dibuat peraturan bahwa yayasan ini tidak dapat diwariskan.
"Kalau di NTT sendiri sebenarnya masuk dari Klink LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) tahun 2013 sampai 2019 baru kemudian muncul yang namanya lembaga zakat Dompet Dhuafa. Sebenarnya Dompet Dhuafa ini banyak sub-subnya. Di bidang kesehatan ada LKC yang sekarang ada di Nunhila kemudian ada namanya DD Tour and Travel, DD Konstruksi, kalau untuk kebencanaan namanya DMC, untuk lembaga zakat sendiri tetap bernama lembaga zakat nasional Dompet Dhuafa, kemudian berdiri di NTT tahun 2019 akhir.
Kalau tahun 2026 masya Allah hampir seluruh kabupaten di NTT itu sudah didatangi fan diberikan berbagai macam program terutama kesehatan kemudian pendidikan, dakwah dan budaya, ekonomi, itu berbagai macam program yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa," jelasnya.
Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa memberi bantuan berupa biaya kuliah kepada salah satu siswa asal TTS bernama Aminah Lopo.
"Orang tuanya petani, ibunya penenun, di pedalaman TTS. Dia mau lanjut kuliah tapi tidak ada biaya dan memang kita survey ke lokasi rumahnya, dia ada bantuan pemerintah tapi tidak sebesar yang mereka butuhkan. Akhirnya coba kita intervensi, kita survey, kita komunikasi segala macam yang dibutuhkan biar cita-cita ananda Aminah Lopo bisa tercapai.
Ananda jangan terlalu pikir banyak, kuliah inshallah dari dana zakat yang dititipkan di Dompet Dhuafa kita bantu untuk biaya per bulan dan alhamdulilah dia sudah tahun kedua kuliah dan dia merasa terbantu dari dana zakat yang dititipkan di Dompet Dhuafa," ujarnya.
Lebih dari itu, lanjut dia, semua yang merasakan manfaat program Dompet Dhuafa menyadari bahwa memang keberadaan yayasan ini luar biasa terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
"Kau kita mau sebut satu per satu memang banyak manfaat yang dirasakan oleh warga bahkan kita sering setiap pekan turun ke Oebelo, di situ ada Desa binaan kesehatan yang kemudian diberikan Layanan Kesehatan Cuma-cuma kepada warga, bukan cuma Muslim tapi seluruh masyarakat kita berikan layanan itu," ungkapnya.
Dikatakan, Kabupaten TTS menjadi sasaran dan tujuan banyak program dengan pertimbangan TTS menjadi salah satu kabupaten termiskin di NTT setelah Rote Ndao, Sumba dan Manggarai.
"Di sana ada layanan kesehatan, khitan, kebun gizi, ada budidaya ikan air tawar, ada da'i atau guru ngaji, kemudian guru-guru sekolah yang kemudian kita berikan insentif tambahan, support tambahan dari sekolah yang mereka dapat untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat di pedalaman," katanya. (uzu)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Podcast-Dompet-Dhuafa.jpg)