NTT Terkini
Polda NTT Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Lonjakan Harga LPG
Polda NTT juga memastikan akan terus melakukan langkah cepat apabila ditemukan kendala di lapangan.
Ringkasan Berita:
- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kenaikan harga gas LPG
- Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi dan ketersediaan LPG tetap berjalan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kenaikan harga gas LPG yang terjadi belakangan ini, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi dan ketersediaan LPG tetap berjalan.
“Dapat kami sampaikan terkait dengan ketersediaan LPG, Polda NTT terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses distribusi dan ketersediaan LPG, sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujarnya saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu (22/4/2026)
Kondisi lapangan menunjukkan adanya lonjakan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun POS-KUPANG.COM, harga LPG 12 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp230 ribu per tabung, kini melonjak hingga mencapai Rp 345 ribu untuk wilayah Kota Kupang, sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kupang melonjak hingga Rp350 ribu per tabung, Sumba Timur Rp300 ribu dan hal sama juga terjadi di daerah lainnya di NTT.
Baca juga: Polda NTT Musnahkan 6.381 Liter Sopi Ilegal di TPA Alak
Kenaikan tersebut jauh di atas harga acuan resmi LPG non subsidi yang secara nasional berada di kisaran Rp192 ribu hingga Rp212 ribu per tabung sebelum penyesuaian terbaru, bahkan setelah kenaikan April 2026 berada sekitar Rp228 ribu di sejumlah wilayah.
Di NTT sendiri, lonjakan harga bahkan sempat menyentuh Rp300 ribu hingga Rp350 ribu akibat gangguan distribusi .
Dampak dari kenaikan harga ini mulai dirasakan pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang dilaporkan memilih untuk sementara waktu tidak lagi menyediakan LPG 12 kilogram di kios mereka karena harga yang dinilai terlalu tinggi.
Menanggapi situasi tersebut, Kabid Humas Polda NTT menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan ketertiban bersama.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta menggunakan gas LPG secara bijak. Menjaga ketertiban dalam distribusi merupakan tanggung jawab bersama agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Polda NTT juga memastikan akan terus melakukan langkah cepat apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Apabila terdapat kendala teknis, kami akan terus berupaya melakukan penanganan secepat mungkin agar pasokan gas LPG dapat kembali stabil dalam waktu dekat,” tambahnya.
Dengan koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan, diharapkan distribusi LPG segera normal dan harga kembali stabil sehingga tidak memberatkan masyarakat. (uge)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Tahap II Rampung, Kejari Sabu Raijua Serahkan Tersangka Kasus Tipikor Garam Curah ke JPU |
|
|---|
| Kunjungan Komisi X DPR RI, Rektor Undana Soroti Tunjangan Dosen dan Remunerasi |
|
|---|
| Sinergi Tanpa Batas: PLN dan BPN Sumba Barat Tuntaskan Legalitas Aset PLTD Waikabubak |
|
|---|
| FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo |
|
|---|
| BERITA POPULER : Gempa Guncang TTU Warga Panik, PAW Dua Anggota F-PKB, Pemulangan Jenazah PMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kabid-Humas-Polda-NTT-bicara-soal-kasus-kematian-di-Kupang.jpg)