NTT Terkini
Perkuat Program Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045,BKKBN NTT Gelar Rakorda
Oleh karena itu, program Bangga Kencana terus diperkuat secara menyeluruh di setiap siklus kehidupan manusia.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- BKKBN NTT menggelar Rakorda 2026
- Perkuat Program Bangga Kencana menuju Indonesia Emas 2045
- Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Dr. Faizal Fahmi, menyampaikan bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Aula Fernandes, Kantor Gubernur Provinsi NTT, Kamis (16/4/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Dr. Faizal Fahmi, menyampaikan bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional.
Baca juga: BKKBN NTT Laporkan Capaian Program Bangga Kencana, Pendampingan Stunting Lampaui Target
“Program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045, yaitu Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, berdaya saing serta berkarakter,” ucap Faizal.
Faizal menegaskan bahwa keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki peran sentral dalam membentuk kualitas manusia Indonesia sejak tahap awal kehidupan.
Oleh karena itu, program Bangga Kencana terus diperkuat secara menyeluruh di setiap siklus kehidupan manusia.
Menurut Faizal, salah satu fokus utama pembangunan keluarga adalah pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan sebagai fondasi pencegahan stunting dan penentu kualitas tumbuh kembang anak.
“Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Kemendukbangga BKKBN menetapkan dan melaksanakan sejumlah program prioritas sebagai instrumen percepatan pembangunan keluarga yang berdampak langsung, adaptif, dan berkelanjutan,” jelas Faizal.
Faizal juga menegaskan, pemerintah mendorong implementasi program makanan bergizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PMT sebagai intervensi strategis berbasis keluarga.
“Kami harapkan melalui pelaksanaan Rakorda Program Bangga Kencana tahun 2026 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk membangun komitmen bersama, sekaligus menumbuhkan harapan dan keyakinan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” tutur Faizal.
Sementara itu, Direktur Analisa Dampak Kependudukan BKKBN, Dr. Nyigit Wudi Amini mengatakan, NTT saat ini berada di jalur yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan kependudukan dan pembangunan keluarga
“Kami melihat NTT sudah berada di jalur yang benar. Ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bukti nyata komitmen kuat daerah dalam membangun pondasi sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” ucap Nyigit.
Menurut Nyigit, Rakorda menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan kependudukan, khususnya di wilayah kepulauan seperti NTT yang memiliki keterbatasan geografis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rakorda-BBKBN.jpg)