Breaking News
Kamis, 16 April 2026

NTT Terkini 

BKKBN NTT Laporkan Capaian Program Bangga Kencana, Pendampingan Stunting Lampaui Target

Faizal menambahkan, sepanjang tahun 2025, BKKBN NTT berhasil meraih sekitar 12 penghargaan berkat dukungan berbagai mitra kerja.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Faizal Fahmi saat Rakorda di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Kamis (16/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • BKKBN NTT melaporkan capaian program Bangga Kencana, pendampingan atunting lampaui target
  • Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Faizal Fahmi dalam Rakorda Tahun 2026 di Aula Fernandes, Kantor Gubernur Provinsi NTT, Kamis (16/4/2026)
  • Keberhasilan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting juga melampaui target

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan capaian program bangga kencana, dengan pendampingan stunting melampaui target.

Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Faizal Fahmi dalam Rakorda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Aula Fernandes, Kantor Gubernur Provinsi NTT, Kamis (16/4/2026).

Faizal mengatakan, pelaksanaan sejumlah program prioritas Kemendukbangga, seperti Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, dan Lansia Berdaya, disebut berjalan baik dan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Selain itu, keberhasilan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting juga melampaui target.

Baca juga: BKKBN NTT Targetkan 60 Ribu Peserta KB Baru di 2026, Andalkan Momentum Layanan Nasional

“Jadi pada tahun 2025, BKKBN NTT ditargetkan mendampingi 28.615 keluarga berisiko stunting. Namun realisasinya kami mampu mendampingi 41.941 keluarga berisiko stunting atau sekitar 146 persen dari target,” ungkapnya.

Dari upaya tersebut, kata Faizal, BKKBN NTT berhasil menghimpun dukungan anggaran sekitar Rp 2,1 miliar yang disalurkan dalam bentuk bantuan nutrisi, rumah layak huni, penyediaan air bersih, dan bantuan lainnya.

Di sisi lain, kata Faizal, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) di NTT saat ini berada di angka 2,8.

 “Artinya, rata-rata keluarga di NTT memiliki dua sampai tiga anak,” jelasnya.

Selain itu, capaian peserta keluarga berencana (KB) aktif berada di angka 40 persen, sementara angka kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmet need) tercatat sebesar 25 persen.

Lebih lanjut, Faizal mengatakan, dalam penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan tingkat provinsi, dari 22 kabupaten/kota di NTT, sebanyak 9 daerah telah menyelesaikan dokumen tersebut, sementara 12 lainnya masih dalam proses.

“Kami terus melakukan pengawalan bersama OPD KB agar penyusunan dokumen pembangunan kependudukan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Faizal.

Selain itu, lanjut Faizal, terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai Perpres Nomor 115, BKKBN NTT turut mengambil peran dalam distribusi dan edukasi kepada keluarga sasaran.

Yang mana, berdasarkan data terbaru, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTT mencapai 246 unit, dengan 184 di antaranya atau sekitar 74,7 persen telah menyalurkan program MBG.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved