Rabu, 29 April 2026

NTT Terkini

Penjualan Eceran NTT Maret 2026 Diprakirakan Mengalami Kontraksi

Secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan meningkat sebesar 9,35 persen (month to month/mtm)

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COMH/HO
Pedagang Beras di Pasar Inpres Naikoten Kota Kupang 

Ringkasan Berita:
  • Kinerja penjualan eceran di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Maret 2026 diprakirakan mengalami kontraksi secara tahunan
  • Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) secara year on year (yoy) yang menurun dari 14,14 persen pada Februari menjadi minus 1,42 persen pada Maret 2026
  • Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya kinerja pada mayoritas kelompok barang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kinerja penjualan eceran di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Maret 2026 diprakirakan mengalami kontraksi secara tahunan.

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) secara year on year (yoy) yang menurun dari 14,14 persen pada Februari menjadi minus 1,42 persen pada Maret 2026.

Berdasarkan rilis dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (15/4/2026), penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya kinerja pada mayoritas kelompok barang, di antaranya kelompok sandang, barang budaya dan rekreasi, barang lainnya, bahan bakar kendaraan bermotor, makanan, minuman, dan tembakau, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta kendaraan.

Meski demikian, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan meningkat sebesar 9,35 persen (month to month/mtm), setelah pada Februari mengalami kontraksi sebesar 6,67 persen (mtm).

Peningkatan ini didorong oleh membaiknya kinerja hampir seluruh kelompok barang, seperti sandang, makanan dan minuman, suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, kendaraan, hingga barang budaya dan rekreasi.

Perkembangan tersebut sejalan dengan tren nasional, di mana IPR nasional pada Maret 2026 diprakirakan turun sebesar 2,4 persen (yoy), namun tumbuh 9,3 persen (mtm).

Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Baca juga: SERAMBI 2026, Bank Indonesia NTT Gelar Layanan Kas Keliling Terpadu di Area Hypermart Kupang

Sementara itu, pada Februari 2026, kinerja penjualan eceran di NTT tercatat lebih baik secara tahunan dibandingkan Januari.

IPR Februari tercatat sebesar 57,78 atau tumbuh 14,14 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Januari sebesar 7,35 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja positif pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, kendaraan, serta makanan, minuman, dan tembakau.

Namun secara bulanan, penjualan eceran Februari 2026 masih mengalami kontraksi sebesar 6,67 persen (mtm), meski lebih rendah dibandingkan kontraksi Januari yang mencapai 27,71 persen.

Hal ini dipengaruhi oleh normalisasi permintaan setelah penurunan tajam di awal tahun, serta mulai meningkatnya konsumsi masyarakat seiring masuknya bulan Ramadan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan atau Mei 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) Mei 2026 yang tercatat sebesar 191,5, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 183,6.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang libur nasional Kenaikan Yesus Kristus dan HBKN Iduladha 1447 Hijriah.

Sebaliknya, tekanan inflasi untuk enam bulan ke depan atau Agustus 2026 diprakirakan menurun. IEH Agustus tercatat sebesar 196,1, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 200,0, seiring dengan normalisasi pola konsumsi masyarakat setelah berakhirnya periode libur sekolah dan puncak hari besar keagamaan. (uan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved