NTT Terkini
Program Makanan Bergizi Gratis Serap 12 Ribu Tenaga Kerja
Program MBG di Provinsi NTT tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap tenaga kerja
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi NTT tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
- Hingga April 2026, Program MBG ini mencatat telah menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja di berbagai sektor.
- Koordinator Regional NTT, Oswaldus Ngani, kepada Pos Kupang, mengungkapkan, tenaga kerja tersebut tersebar di seluruh rantai distribusi program.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi NTT tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Hingga April 2026, Program MBG ini mencatat telah menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja di berbagai sektor.
Koordinator Regional NTT, Oswaldus Ngani, kepada Pos Kupang, mengungkapkan, tenaga kerja tersebut tersebar di seluruh rantai distribusi program. Mulai dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas kebersihan, tenaga keamanan hingga pengemudi.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Oswaldus Ngani, Selasa (14/4).
Selain membuka lapangan kerja, program MBG juga berdampak pada sektor lain seperti pertanian, peternakan, perikanan, serta pelaku UMKM yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.
Data terbaru menunjukkan, hingga 11 April 2026, jumlah penerima manfaat MBG di NTT mencapai 698.298 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dan kelompok rentan, termasuk balita, siswa, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Dari sisi infrastruktur, saat ini terdapat sekitar 252 SPPG yang aktif beroperasi di seluruh wilayah NTT. Mayoritas dapur layanan tersebut dikelola oleh mitra, termasuk masyarakat, yayasan, serta unsur TNI dan Polri.
Oswaldus Ngani menegaskan, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional terus melakukan evaluasi dan penguatan koordinasi guna memastikan keberlanjutan program serta kualitas layanan tetap terjaga.
“Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi muda yang cerdas serta menekan angka stunting di NTT. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar seluruh anak di NTT bisa menikmati program ini,” tutup Oswaldus Ngani. (cha)
| Polda NTT Bongkar Penyelundupan Pakaian Bekas Impor dari Timor Leste, 157 Ballpress Disita |
|
|---|
| TRP Politani Kupang Cetak Generasi Pangan Milenial Berprestasi hingga Internasional |
|
|---|
| Pelaku Pariwisata NTT Kecam Restu Kemenhut Pinjamkan Komodo ke Jepang |
|
|---|
| Undana Kupang Dapat Pendampingan Kemendiktisaintek Dalam Pengajuan Delapan Prodi Baru |
|
|---|
| KPCDI NTT Minta Pemerintah Bangun Rumah Singgah untuk Pasien Cuci Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Siswasiswi-SMKN-1-Larantuka-saat-menyantap-menu-makan-bergizi-gratis-MBG.jpg)