NTT Terkini
Program Bansos APBN NTT Sentuh Ratusan Ribu Penerima hingga Februari 2026
Dari sisi anggaran, realisasi terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencapai Rp329,89 miliar
Ringkasan Berita:
- Program bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat hingga Februari 2026
- Pada periode Februari 2026, jumlah penerima bansos didominasi oleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 429.059 penerima
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Program bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat hingga Februari 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun POS-KUPANG.COM pada 27 Maret 2026 dari konferensi pers “Katong Pung APBN” yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, total realisasi penyaluran bantuan sosial hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp589,15 miliar.
Pada periode Februari 2026, jumlah penerima bansos didominasi oleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 429.059 penerima dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 400.406 penerima.
Selain itu, Bantuan Sosial Yatim Piatu menjangkau 1.697 penerima. Program permakanan bagi kelompok rentan juga terus berjalan, dengan 933 penerima untuk penyandang disabilitas dan 32 penerima untuk lansia. Sementara itu, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat belum terealisasi pada bulan tersebut.
Baca juga: Kinerja APBN NTT Februari 2026 Positif, Penerimaan Cukai Melonjak
Secara kumulatif hingga Februari 2026, jumlah penerima bansos tercatat tetap untuk beberapa program utama, yakni BPNT sebanyak 429.059 penerima dan PKH sebanyak 400.406 penerima. Adapun permakanan disabilitas telah menjangkau 1.572 penerima dan permakanan lansia sebanyak 48 penerima.
Dari sisi anggaran, realisasi terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencapai Rp329,89 miliar. Program ini menyasar keluarga miskin dengan kategori tertentu seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terealisasi sebesar Rp257,44 miliar, yang difokuskan untuk membantu keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Untuk Bantuan Sosial Yatim Piatu, realisasi mencapai Rp678,80 juta dengan bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan bagi setiap anak penerima manfaat.
Program permakanan disabilitas mencatat realisasi sebesar Rp1,10 miliar dalam bentuk makanan siap santap bergizi bagi penyandang disabilitas rentan. Sedangkan program permakanan lansia terealisasi sebesar Rp41,76 juta untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lansia tunggal atau tidak mampu.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial ini dapat menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan di Provinsi NTT. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| BPAD Provinsi NTT Tidak Terapkan WFH, Kaban Sebut Dikecualikan |
|
|---|
| Kisruh Musprov Taekwondo NTT, Pengurus Buka Dugaan Pelanggaran |
|
|---|
| Perkembangan Realisasi APBN di Pulau Sumba hingga Maret 2026, Penerimaan Capai Rp44,36 Miliar |
|
|---|
| Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan Warga Dusun Tantong |
|
|---|
| Setelah 80 Tahun Merdeka, Warga Oelbiteno Akhirnya Nikmati Listrik PLN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kakanwil-DJPb-Provinsi-NTT-Adi-Setiawan-dalam-konferensi-pers-yang-di-Aula-DJPb-NTT.jpg)