Human Interest Story
FEATURE: Kebersamaan Umat Kristen dan Umat Islam Menyambut Idul Fitri
Mereka hadir secara langsung untuk belajar dan mengalami secara langsung tentang relasi antara umat Muslim dan umat Katolik. Di sisi lain
POS-KUPANG.COM, KAFAMENANU - Mereka hadir secara langsung untuk belajar dan mengalami secara langsung tentang relasi antara umat Muslim dan umat Katolik. Di sisi lain, mereka juga belajar dan memahami tentang relasi antar umat beragama di Kabupaten TTU.
SEORANG Biarawati Katolik sekaligus Pendamping PkM Mahasiswa, Stipas Santo Petrus Keuskupan Atambua, Suster Modesta Muti, PM memberikan testimoni mengenai keikutsertaan mereka dalam kegiatan Malam Takbiran dan Salat Ied di Hari Raya Idul Fitri di seluruh wilayah Keuskupan Atambua.
Menurutnya, hubungan antar umat beragama itu dimulai dari kesadaran akan kehadiran orang lain sebagai bagian "aku yang lain". Hubungan itu juga bisa dirajut dari komunikasi, interaksi dan relasi yang baik.
Suster Modesta mengatakan, semua mahasiswa semester 6 Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Santo Petrus Keuskupan Atambua belajar mata kuliah tentang Intra Religius.
Dalam mata kuliah tersebut, mereka diminta untuk terjun ke masyarakat dan mengalami secara langsung kegiatan-kegiatan umat Muslim pada Malam Takbiran dan Hari Raya Idul Fitri.
"Sehingga setiap tahun itu, ada mahasiswa-mahasiswi kami yang diutus ke setiap masjid mengalami secara langsung aktivitas umat Muslim," ungkapnya usai ikut mengawal pelaksanaan Salat Ied di Halaman Kantor Bupati TTU, Sabtu (21/3).
Keikutsertaan mereka dalam rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Fitri ini menegaskan tentang proses perkuliahan di STIPAS Santo Petrus Keuskupan Atambua yang mana tidak hanya mengenal tentang teori di dalam kelas tetapi juga praktik di lapangan.
Mereka hadir secara langsung untuk belajar dan mengalami secara langsung tentang relasi antara umat Muslim dan umat Katolik. Di sisi lain, mereka juga belajar dan memahami tentang relasi antar umat beragama di Kabupaten TTU.
Ia mengakui, mereka juga belajar tentang hal ini. Kendati demikian, proses pembelajaran tersebut harus diikuti praktik di lapangan. Setiap masjid diutus sebanyak 12 orang mahasiswa.
Suster Modesta berharap semua tokoh agama harus selalu menjalin relasi dan komunikasi yang baik. Hal ini bertujuan untuk menepis semua stigma atau sentimen negatif terhadap agama lain.
Di sisi lain, langkah ini dinilai manjur untuk memastikan hubungan antar umat beragama dan toleransi berjalan baik dan benar.
Sebelumnya, ribuan umat Muslim di Kota Kefamenanu melaksanakan Salat Ied di Halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU).
Pelaksanaan Salat Ied tersebut dikawal aparat Kepolisian dari Polres TTU, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Orang Muda Katolik (OMK) yang mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Atambua.
Berdasarkan pantauan Pos Kupang, ribuan umat Islam melaksanakan Salat Ied di Kantor Bupati TTU. Aparat Kepolisian melaksanakan pengamanan di pintu gerbang depan dan dua pintu samping Kantor Bupati TTU.
Mereka dibantu pegawai Dinas Perhubungan dan Satpol-PP Kabupaten TTU mengatur arus lalu lintas masuk ke Kantor Bupati TTU. Salat Ied di Kantor Bupati TTU dimulai sejak pukul 06.30 Wita.
| Feature: Diperankan OKM Paroki St. Antonius Beokina Manggarai, Air Mata Umat Tumpah Saksikan Tablo |
|
|---|
| Feature: Polsek Maulafa Intensifkan Patroli Lampu Biru, Tertibkan Musik Keras Hingga Larut Malam |
|
|---|
| Feature: Jemaat GMIT Bait’el Naimata Ikuti Ibadah Jalan Salib, Riven Gugup Memerankan Tuhan Yesus |
|
|---|
| Feature: Syukur dan Pelestarian Warisan Leluhur, Suku Kemak Dirubati Gelar Ritual Gelo Sele |
|
|---|
| FEATURE: TNI Merawat Martabat Pendidikan di Batas Negara, Merenovasi Sekolah Reyot di TTU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/SHOLAT-IED-DI-TTU-1.jpg)