Minggu, 19 April 2026

NTT Terkini 

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Beberapa Daerah di NTT

Sementara itu, kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ IRFAN HOI
GELOMBANG - Terlihat suasana perairan di Teluk Kupang. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tenau Kupang, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi
  • Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran
  • Kapal ferry juga berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter

 


Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tenau Kupang, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Yandri Anderudson T. Tungga, dalam keterangannya, Senin 23 Maret 2026, disebutkan bahwa gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Selat Sape bagian selatan, perairan utara dan selatan Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, serta perairan selatan Alor-Pantar.

Selain itu, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian barat dan timur, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara dan selatan Timor–Rote, serta perairan utara dan selatan Sabu–Raijua.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. 

Baca juga: Gelombang Laut Setinggi 2,5 Meter Berpotensi Landa Perairan NTT 16-19 Maret 2026, BMKG Imbau Waspada

Sementara itu, kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di laut.

Dalam kondisi tersebut, kata perahu nelayan dan kapal tongkang berada pada kategori sangat berisiko. 

Adapun kapal ferry juga berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.

Masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran. (rey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved