Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini 

Guru SD di Kupang NTT Dibekali Keterampilan Mitigasi Berbasis Seni dan Digital

Seluruh karya anak-anak tersebut nantinya akan dipublikasikan dan dipamerkan dalam ajang festival kesiapsiagaan bencana tingkat sekolah.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
KESADARAN GURU - Para Peserta kegiatan TOT Peningkatan Kesadaran Guru Terkait Isu dan Pendekatan Program dalam Mendukung Anggota Media & Maker Labs untuk PRB-API sementara menyimak sambutan dari Ken Djami, Project Coordinator Program GENRE Save the Children dalam pembukaan kegiatan yang digelar di Hotel Aston Kupang pada Rabu (18/3/2026). 

Sementara itu, pemetaan risiko dan identifikasi sebab-akibat perubahan iklim dipaparkan oleh Leny Mooy, akademisi Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang.

Untuk menerjemahkan isu iklim ke dalam bentuk karya aplikatif, para guru dibekali keterampilan teknis pembuatan konten.

Jurnalis senior Matheos Viktor Messakh menjadi fasilitator untuk tema media dan informasi, dan sastrawan Mario F. Lawi memfasilitasi teknik penulisan cerita pendek dan puisi bertema bencana.

Sementara itu, di sesi visual, fotografer dan videografer Agusto Bunga melatih peserta dalam pembuatan foto cerita dan produksi video pendek menggunakan telepon pintar.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta yang merupakan guru dari SD pesisir di Kabupaten Kupang mengungkapkan rasa optimisnya terhadap pendekatan baru ini.

“Selama ini kami di sekolah terkadang bingung bagaimana mengajarkan mitigasi bencana yang mudah dipahami oleh anak usia SD. Pelatihan ini membuka mata kami. Ternyata isu berat seperti perubahan iklim bisa diajarkan lewat puisi, cerita pendek, atau bahkan video singkat dari handphone. Kami sudah tidak sabar untuk kembali ke sekolah dan membentuk klub ini bersama anak-anak di sekolah kami,” ungkap Zet Feoh, salah satu guru perwakilan peserta dalam sesi evaluasi. 

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, para peserta akan membentuk After School Club (Klub Sepulang Sekolah) di sekolah masing-masing.

Klub ini menargetkan rekrutmen sebanyak 16 siswa pada siklus pertama, yang akan didampingi untuk memproduksi karya kreatif terkait Pengurangan Risiko Bencana (PRB). 

Seluruh karya anak-anak tersebut nantinya akan dipublikasikan dan dipamerkan dalam ajang festival kesiapsiagaan bencana tingkat sekolah.

Setelah pelaksanaan di Kupang, kegiatan pelatihan yang sama dengan kurikulum tematik singkat terkait kesiapsiagaan bencana dan perubahan iklim juga akan diselenggarakan bagi 16 guru SD dampingan Program GENRE di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan tersebut dijadwalkan pada minggu berikutnya di Tambolaka. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved