Sabtu, 18 April 2026

NTT Terkini 

Guru SD di Kupang NTT Dibekali Keterampilan Mitigasi Berbasis Seni dan Digital

Seluruh karya anak-anak tersebut nantinya akan dipublikasikan dan dipamerkan dalam ajang festival kesiapsiagaan bencana tingkat sekolah.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
KESADARAN GURU - Para Peserta kegiatan TOT Peningkatan Kesadaran Guru Terkait Isu dan Pendekatan Program dalam Mendukung Anggota Media & Maker Labs untuk PRB-API sementara menyimak sambutan dari Ken Djami, Project Coordinator Program GENRE Save the Children dalam pembukaan kegiatan yang digelar di Hotel Aston Kupang pada Rabu (18/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • CIS Timor dan Save the Children bekali guru SD di Kupang tentang keterampilan mitigasi berbasis seni dan digital
  • Belasan guru itu berasal dari sejumlah SD dampingan di Kecamatan Kupang Barat, Semau, dan Semau Selatan
  • Pelatihan ini diikuti oleh 18 guru dari 9 SD dampingan Program GENRE, di mana setiap sekolah diwakili oleh satu guru laki-laki dan satu guru perempuan

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG --  Dalam upaya membangun ketangguhan komunitas sekolah dasar di wilayah pesisir terhadap risiko bencana dan perubahan iklim, Yayasan CIS Timor dan Save the Children Indonesia melalui Program Generation Ready (GENRE) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi guru SD di sekolah dampingan program di Kabupaten Kupang.  

Belasan guru dari sejumlah SD dampingan di Kecamatan Kupang Barat, Semau, dan Semau Selatan dilatih untuk mendampingi para siswa memproduksi media kreatif sebagai sarana kampanye kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kesadaran Guru Terkait Isu dan Pendekatan Program dalam Mendukung Anggota Media & Maker Labs untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB) – Adaptasi Perubahan Iklim (API) yang Berpusat pada Anak, Responsif Gender dan Inklusif” ini berlangsung di Hotel Aston Kupang, pada 18-20 Maret 2026.  

Pelatihan ini diikuti oleh 18 guru dari 9 SD dampingan Program GENRE, di mana setiap sekolah diwakili oleh satu guru laki-laki dan satu guru perempuan guna memastikan implementasi pendampingan untuk mendukung keterlibatan anak perempuan dan anak laki-laki dalam kerangka perlindungan anak.

Baca juga: Didukung MACP dan CRS, CIS Timor Pastikan Program Kebencanaan Bermanfaat bagi Masyarakat Kupang

Program GENRE adalah program yang diimplementasikan oleh Save the Children Indonesia melalui Yayasan CIS Timor sebagai mitra pelaksana, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia melalui DFAT–ANCP. 

Program yang diimplementasikan di Kabupaten Kupang dan Sumba Barat Daya hingga tahun 2027 ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak serta komunitas sekolah dasar di wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam. 

“Anak-anak di wilayah pesisir adalah kelompok yang paling rentan terdampak oleh bencana hidrometeorologis. Melalui Program GENRE ini, kita tidak hanya ingin melindungi mereka, tetapi juga memberdayakan mereka. Para guru fasilitator yang kita latih hari ini adalah garda terdepan untuk mentransformasi anak-anak kita dari sekadar kelompok rentan menjadi agen perubahan iklim yang tangguh dan mampu menyuarakan pendapatnya,” ujar Direktur Yayasan CIS Timor, Haris Oematan.

Lebih lanjut, Haris juga mengatakan bahwa membangun komunitas sekolah dasar yang sadar iklim dan tangguh bencana sangat diperlukan demi memastikan keselamatan anak-anak.

Terlebih, perubahan iklim dan ancaman bencana hidrometeorologis di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin nyata dari hari ke hari, sehingga menuntut pendekatan mitigasi komprehensif yang secara khusus melibatkan anak-anak usia sekolah dasar. 

“Tujuan utama kita adalah membangun kapasitas anak melalui alat respons darurat dan pembelajaran yang ramah anak sekaligus inklusif. Melalui wadah Student Media & Maker Labs ini, anak-anak akan belajar kesiapsiagaan bencana secara kreatif. Mereka akan difasilitasi dalam wadah After School Club untuk mengekspresikan pemahaman mereka tentang adaptasi iklim melalui karya visual, tulisan, maupun video. Hal ini memungkinkan pesan kesiapsiagaan bencana dipahami dan dikampanyekan dengan lebih efektif sesuai dengan perspektif anak,” jelas Ken Djami, Program Coordinator GENRE Save the Children Indonesia.

 
Gandeng Akademisi hingga Praktisi Profesional

Selama tiga hari, para peserta menerima materi komprehensif yang memadukan teori kesiapsiagaan bencana dengan praktik pembuatan media kreatif melalui metode micro-teaching.

Untuk memastikan kualitas materi, Program GENRE menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi profesional di bidangnya.

Sesi kesiapsiagaan bencana yang responsif terhadap isu Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) difasilitasi oleh Desderdea Kanni dari Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD NTT.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved