Ngada Terkini
FEATURE: Ketekunan Jadi Jalan Hidup Mama Rosalia di Pasar Bobou Bajawa
Bagi Rosalia (53), kesuksesan bukan soal seberapa besar hasil yang diraih, melainkan tentang ketekunan dan kerja keras yang dijalani tanpa lelah.
Ringkasan Berita:
- Bagi Rosalia (53), kesuksesan bukan soal seberapa besar hasil yang diraih, melainkan tentang ketekunan dan kerja keras yang dijalani tanpa mengenal lelah.
- Nilai itu ia pegang teguh sejak puluhan tahun lalu, saat pertama kali menapaki dunia usaha sebagai pedagang kecil.
- Di sudut Pasar Bobou Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, perempuan yang akrab disapa Mama Rosalia itu tetap setia menjaga lapak sederhana miliknya.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Bagi Rosalia (53), kesuksesan bukan soal seberapa besar hasil yang diraih, melainkan tentang ketekunan dan kerja keras yang dijalani tanpa mengenal lelah. Nilai itu ia pegang teguh sejak puluhan tahun lalu, saat pertama kali menapaki dunia usaha sebagai pedagang kecil.
Di sudut Pasar Bobou Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, perempuan yang akrab disapa Mama Rosalia itu tetap setia menjaga lapak sederhana miliknya. Dari tempat itulah, ia merajut perjalanan panjang hidupnya, dari sekadar berdagang, hingga memahami makna perjuangan dan rasa syukur.
Perjalanan usahanya tidak instan. Ia pernah menjajakan dagangan dari satu pasar ke pasar lain lintas kabupaten. Dengan berjalan kaki, menumpang ojek, hingga naik bemo, Rosalia mengejar hari pasar demi menyambung hidup.
“Dulu saya jalan jualan dari pasar ke pasar. Banyak belajar dari situ,” kenangnya dengan senyum hangat saat ditemui di lapaknya, Selasa (17/3).
Setelah menikah dengan suami asal Kecamatan Soa, Rosalia mulai merintis usaha beras dalam skala kecil. Beras yang dijualnya berasal dari petani setempat, sebagian lagi dari hasil sawah milik keluarga di Soa.
“Saya jual beras sejak awal menikah, anak masih satu dan masih kecil. Sekarang mereka sudah menikah semua, saya juga sudah punya cucu,” ujarnya.
Meski usia tak lagi muda, semangatnya tak pernah surut. Setiap pagi, ia berangkat dari Soa menuju Bajawa sekitar pukul 07.00 Wita menggunakan angkutan umum. “Jam setengah delapan saya sudah di pasar, itu setiap hari,” tutur, perempuan asal Ende ini.
Dari berjualan beras, Rosalia kemudian mengembangkan usahanya dengan menjual kain tenun khas NTT. Di lapaknya kini tersedia beragam tenun dari berbagai daerah seperti Manggarai, Sumba, Sabu, Rote, Sikka, Ende, Nagekeo hingga Bajawa.
Usaha tenun itu bukan hal baru baginya. Ia melanjutkan jejak sang ayah yang sejak muda telah mendedikasikan hidup sebagai pedagang tenun keliling.
Bagi Rosalia, kunci utama dalam berusaha bukan hanya soal kerja keras, tetapi juga sikap hati. “Intinya jangan cemburu lihat rezeki orang lain. Tuhan sudah atur,” ungkapnya.
Ia percaya, kebahagiaan dalam usaha datang dari rasa syukur dan ketulusan. “Kalau mau hidup tenang, kita harus bersyukur dengan apa yang ada. Jualan juga harus dari hati,” tambahnya.
Baginya, hasil usaha memang tidak membuat kaya raya. Namun lebih dari cukup ketika mampu memberi makan keluarga dan menyekolahkan anak-anak hingga mandiri.
Di tengah hiruk-pikuk pasar dan tantangan ekonomi yang terus berubah, Mama Rosalia tetap berdiri teguh, membuktikan bahwa ketekunan dan rasa syukur adalah kekuatan utama dalam menjalani kehidupan. (charles abar)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Ratusan Bidan di Ngada Belum Tersertifikasi, IBI Minta Perhatian Serius Pemerintah |
|
|---|
| WFH di Lingkup Pemda Ngada: Pegawai Eselon Tetap Masuk, Staf Bekerja dari Rumah |
|
|---|
| Gandeng Bank NTT, Pemkab Ngada Dorong Digitalisasi dan Transparansi Keuangan Daerah |
|
|---|
| Kondisi Jalan Rusak dan Becek, Aktivitas Terganggu di Pasar Malanuza, Pemerintah Dimana |
|
|---|
| Forum Anak Ngada Desak Pemda Tertibkan Remaja yang Nongkrong di Depan SMPN 1 Bajawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mama-Rosalia-di-Bajawa-Ngada.jpg)