Kucing Rabies Gigit Warga Belu
Cegah Penyebaran Rabies, Wabup Belu Imbau Warga Segera Vaksinasi Kucing
Vicente juga menyampaikan bahwa seluruh korban gigitan kucing di Kelurahan Manumutin telah mendapatkan penanganan medis.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, mengimbau masyarakat yang memiliki kucing untuk segera melakukan vaksinasi
- Vaksinasi ini guna mencegah penyebaran rabies menyusul kasus gigitan kucing positif rabies di Kelurahan Manumutin
- Vicente juga menyampaikan bahwa seluruh korban gigitan kucing di Kelurahan Manumutin telah mendapatkan penanganan medis
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, mengimbau masyarakat yang memiliki kucing untuk segera melakukan vaksinasi guna mencegah penyebaran rabies, menyusul kasus gigitan kucing positif rabies di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Imbauan tersebut disampaikan Wabup Vicente Hornai, Selasa (17/3/2026), sebagai langkah antisipasi agar kasus serupa tidak meluas ke wilayah lain di Kabupaten Belu.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Perikanan telah menyiapkan stok vaksin yang mencukupi untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR), khususnya kucing dan anjing milik warga.
“Ketersediaan vaksin di Dinas Peternakan sangat mencukupi. Kami meminta masyarakat yang memiliki kucing agar segera melapor ke Dinas Peternakan untuk dilakukan vaksinasi,” ujarnya.
Baca juga: Pasca Kasus Gigitan Kucing Rabies, Tim Pokja Disnak Belu Sisir dan Vaksinasi HPR di Manumutin
Ia menegaskan, partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam upaya memutus mata rantai penyebaran rabies, terutama setelah ditemukannya kasus gigitan oleh kucing yang dinyatakan positif rabies.
Vicente juga menyampaikan bahwa seluruh korban gigitan kucing di Kelurahan Manumutin telah mendapatkan penanganan medis.
“Kemarin 11 pasien yang digigit sudah ditangani di fasilitas kesehatan dan mendapatkan vaksinasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengimbau warga di kelurahan lain yang berdekatan dengan lokasi kejadian untuk segera melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan mereka sebagai langkah pencegahan dini.
“Kami berharap kelurahan lain yang berdekatan juga segera melakukan vaksinasi terhadap kucing peliharaan agar penyebaran rabies ini tidak meluas,” tambahnya.
Baca juga: Trimeldus Tonbesi Pastikan Vaksinasi HPR di Kabupaten TTU Mulai Dilaksanakan Bulan Juni 2026
Pemerintah Kabupaten Belu saat ini, lanjutnya, terus melakukan berbagai langkah cepat, mulai dari penyisiran wilayah, vaksinasi massal hewan penular rabies, hingga edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies dan pentingnya penanganan dini jika terjadi gigitan.
Ia juga berharap dengan kerja sama semua pihak, penyebaran rabies di wilayah tersebut dapat segera dikendalikan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yoos Djami menjelaskan, ketersediaan vaksin rabies di Dinas Peternakan Belu saat ini masih mencukupi untuk penanganan kasus yang ada.
“Stok vaksin yang kami miliki sekitar 18.325 dosis yang dipersiapkan untuk menangani sekitar 36 ribu ekor anjing. Sementara berdasarkan data hingga 2025, populasi kucing di Kabupaten Belu sekitar 4.008 ekor,” jelasnya.
Sementara Kadis Kesehatan, dr. Elen Corputty mengatakan, saat ini stok logistik rabies masih tersedia baik di gudang farmasi Dinas Kesehatan maupun di seluruh puskesmas di Kabupaten Belu.
Baca juga: DPRD Belu Minta Pemda Data Ulang Anjing dan Kucing yang Belum Divaksin, Ajak Warga Dukung Vaksinasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Vicente-Hornai-Gonsalves-mengimbau-masyarakat-soal-rabies.jpg)