Wawancara Eksklusif
Polemik Sekda Ngada Esthon dan Josef Nae Soi Minta Gubernur NTT dan Bupati Ngada Duduk Bersama
Dia mengatakan, demokrasi kalau tidak ditata dengan baik akan menghasilkan apa yang dikatakan Thomas Hobbes, Homo Homini Lupus, Manusia Serigala.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Dia mengatakan, demokrasi kalau tidak ditata dengan baik akan menghasilkan apa yang dikatakan Thomas Hobbes, Homo Homini Lupus, Manusia Serigala.
"Jadi saya mohon mari kita menggunakan apa yang dinamakan dengan cinta dan kasih. Cinta itu ada care, share, fair, dalam demokrasi. Memang ini ideal sekali maka kami berdua berbicara dalam takaran dimensi ideal, dimensi realistis, tapi kami minta supaya ada fleksibilitas, jangan terpaku pada aturan itu," kata dia.
"Sekarang persoalannya ini sudah dilantik. Surat Gubernur sudah ada. Mohon dengan sangat saya berdoa benar-benar malam ini atau besok, dua tokoh ini ketemu. Yang namanya Melki Laka Lena sebagai Gubernur dan Raymundus Bena sebagai Bupati, kamu tolong duduk berdua, kamu duduk sama-sama, oke pada saat itu, tempa besi selagi panas. Kalau besi ini sudah tidak panas, kamu pukul nanti kena kembali kamu punya muka. Jadi kena muka kami lagi oleh sebab itu sebagai kakak, berdua bapak Esthon, dari umur juga kami lebih tua, dari pengalaman juga kami lebih pengalaman karena kami lahir lebih dulu, kami mengimbau adik berdua, tolong demi rakyat NTT kamu duduk bersama tidak usah ada orang ketiga. Pasti saya yakin ada jalan keluar untuk Adik berdua dan Minggu ini mungkin ada jalan keluar bagi mereka.
Adik-adik saya hebat-hebat. Bupati hebat Gubernur hebat.
Dan saya mohon para pembisik, mohon maaf, yang memberikan masukan kepada pimpinan kita, harus obyektif, harus komperhensif dan integral, harus jujur, tidak boleh berdasarkan hello effect dan horn effect," tandasnya. (uzu)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Podcast-Josef-n-Esthon.jpg)