NTT Terkini
Listrik untuk Ibadah yang Lebih Khidmat: Kado Ramadan dari Hati Karyawan PLN
Selama lima tahun mendiami rumahnya sendiri, Hendristo harus menyambung listrik dari rumah orang tuanya.
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Di sebuah sudut Kelurahan Lambanapu, Sumba Timur, senyum Hendristo Langgi Jua tampak lebih cerah dari biasanya.
Pria yang sehari-hari bertugas sebagai satuan pengaman (Satpam) pada salah satu perusahan di Sumba Timur ini tak menyangka, Ramadhan 1447 H kali ini akan membawa berkah istimewa bagi rumah tangga kecilnya.
Selama lima tahun mendiami rumahnya sendiri, Hendristo harus menyambung listrik dari rumah orang tuanya.
Keterbatasan biaya membuatnya hanya bisa menikmati penerangan alakadarnya. Namun, melalui program Light Up The Dream (LUTD)—sebuah inisiatif mulia di mana pegawai PLN menyisihkan penghasilannya untuk membiayai penyambungan listrik gratis—mimpi Hendristo untuk memiliki meteran listrik sendiri akhirnya terwujud pada Selasa (04/03).
"Lima tahun saya menumpang listrik orang tua. Setiap bulan saya bagi biaya Rp50.000, itu pun hanya cukup untuk lampu saja. Sekarang, rasanya luar biasa bahagia karena di bulan puasa ini kami sudah punya listrik sendiri. Ini bantuan yang sangat berarti bagi keluarga kami," ungkap Hendristo haru.
Manager PLN ULP Sumba Timur, Oscarlian Ratu, mengatakan Ramadan dijadikan momen yang tepat agar manfaat listrik bisa langsung dirasakan.
“Pemilihan momentum menjelang Ramadan bertujuan agar manfaat listrik bisa langsung dirasakan untuk mendukung ibadah warga, “ katanya.
Apresiasi juga datang dari Lurah Lambanapu, Naomi Takandunu. Ia menilai langkah PLN menyentuh langsung kebutuhan dasar warganya yang memang layak dibantu.
Baca juga: PLN UPK Flores Gandeng Yayasan Kanker Indonesia Gelar Sosialisasi Pencegahan Tumor dan Kanker
"Kami berterima kasih atas kepekaan PLN. Listrik bukan sekadar kabel dan lampu, tapi soal kualitas hidup warga kami yang kini menjadi lebih baik," tuturnya.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa momentum Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Menurutnya, program LUTD adalah bukti nyata bahwa insan PLN tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga bekerja dengan hati.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan cahaya. Kami ingin memastikan bahwa cahaya itu tidak hanya hadir di masjid-masjid atau jalanan kota, tapi juga masuk ke rumah-rumah warga yang selama ini masih merindu akan kemandirian energi. Program LUTD ini adalah persembahan tulus dari karyawan PLN untuk masyarakat, agar ibadah di malam hari dan aktivitas sahur keluarga yang mejalankan puasa menjadi lebih khidmat dan nyaman," ujar Eko
Melalui kemandirian listrik ini, PLN berharap kebahagiaan menyambut bulan suci terpancar dari setiap rumah, membawa harapan baru bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Sumba. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Anita Gah Berharap Sistem Pendidikan Nasional Ke Depan Tidak Lagi Sering Berganti Kurikulum |
|
|---|
| BERITA POPULER:Pelajar SD di Kupang Meninggal, Bentrokan Antar Warga di Fatuleu, Gempa Goyang Flotim |
|
|---|
| Aston Kupang Hotel Hadirkan Egg Hunt Festival 2026 |
|
|---|
| Ratusan Siswa SMP - SMA Nesi Neonmat "Hijrah KBM" di Korem 161/WS Kupang |
|
|---|
| BERITA POPULER: Gempa Guncang Flotim dan Lembata, Warga Kota SoE Geger, Live In Frater Ritapiret |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Penyalaan-sambungan-Listrik-gratis-Program-LUTD-PLN-di-rumah-Hendrison-Langgi-Jua.jpg)