Minggu, 19 April 2026

NTT Terkini

PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

Film karya sineas muda Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi medium reflektif yang memotret dinamika pembangunan PLTP

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ YUAN LULAN
FILM DOKUMENTER - “Matahari dalam Tanah” Film Dokumenter resmi diluncurkan di Palacio, Aston Hotel Kupang, Minggu (1/3/2026) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 bersama Tribun EO dan Harian Pos Kupang meluncurkan film dokumenter “Matahari dalam Tanah”, Minggu (1/3/2026).

Film karya sineas muda Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi medium reflektif yang memotret dinamika pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah tersebut.

Penayangan film dihadiri Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra Bruly Victor Tarigan, Senior Manager Transmisi & Distribusi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Suparje Wardiyono, Manager PLN UPP Nusra 3 Agung Triwibowo, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, pimpinan media, serta para tamu undangan dan awak media.

Disutradarai Faldo Lango, “Matahari dalam Tanah” mengikuti perjalanan Mira (Maria Sholastika Maunino), perempuan muda berdarah Timor dari Kabupaten Lembata. Ia kembali ke kampung halamannya di tengah proyek geothermal dan mencoba memahami pro dan kontra yang berkembang di tengah masyarakat.

Perjalanan Mira membawanya ke Ulumbu di Ruteng, Manggarai, yang telah lebih dahulu merasakan manfaat listrik dari PLTP.

Di sana, anak-anak belajar dengan penerangan yang memadai dan aktivitas ekonomi warga mulai bertumbuh.

Sementara di Mataloko, ia mendapati kegelisahan dan keragu-raguan warga terhadap eksplorasi geothermal. Dari Ulumbu hingga Atadei, film ini merangkum beragam perspektif tentang energi panas bumi secara utuh.

Dengan pendekatan perpaduan jurnalistik dan sinematografi, “Matahari dalam Tanah” menghadirkan suara tokoh adat, petani, perempuan, hingga anak-anak.

Film ini sekaligus membuka ruang dialog mengenai bagaimana pembangunan energi hijau dapat berjalan berdampingan dengan nilai tradisi dan ekologi.

Pimpinan Redaksi Harian Pos Kupang, Dion D.B Putra, menegaskan film ini dihadirkan sebagai ruang dengar bersama.

Menurutnya, energi baru terbarukan merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan, namun implementasinya harus dibangun di atas keterbukaan dan partisipasi publik.

“Film yang kita saksikan tadi adalah ruang dengar. Film ini menyerap semua suara,” ujarnya.
Manager PT PLN (Persero) UPP Nusra 3, Agung Triwibowo, menyampaikan NTT memiliki potensi panas bumi yang besar dan perlu dikelola secara tepat agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memperoleh informasi utuh mengenai geothermal, sehingga film ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan literasi energi.

Baca juga: PLN Perkuat Transisi Energi Bersih, Geotermal Jadi Harapan Baru Flores

“Ada di dalam film tadi, jangan langsung menolak, lihat dulu. Kalau perlu bandingkan dengan tempat lain yang sudah ada PLTP, apakah di sana rusak atau justru memberikan kemakmuran bagi masyarakat. Jangan langsung menolak, apabila kurang jelas silakan ditanya, kami membuka ruang dialog,” kata Agung.

Senior Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bruly Victor Tarigan, menyampaikan bahwa membangun di ruang ekologi bukan perkara sederhana karena alam menyimpan sejarah sekaligus menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan geothermal turut ditentukan oleh relasi yang terbangun antara pemerintah, pelaku pembangunan, dan masyarakat di atas permukaan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved