Rabu, 22 April 2026

Manggarai Terkini

Bangun Rumah Adat Gendang Gonggor Manggarai PLN Diberi Status Ase Kae 

Tuntasnya pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, jadi penanda kuat hubungan

POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/HO.PLN
KOMUNITAS ADAT - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).  Menyelesaikan pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. 

Ringkasan Berita:
  • Tuntasnya pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menjadi penanda kuat hubungan antara masyarakat adat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).
  • Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperoleh pengakuan kultural berupa penganugerahan status “ase kae” (saudara) dari masyarakat adat s

 

POS-KUPANG.COM, MANGGARAI - Tuntasnya pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menjadi penanda kuat hubungan antara masyarakat adat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperoleh pengakuan kultural berupa penganugerahan status “ase kae” (saudara) dari masyarakat adat setempat. 

Tua Adat Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyebut penganugerahan tersebut sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat adat terhadap kepedulian PLN dalam menjaga warisan budaya lokal.

“Sekarang kami semua warga gendang menganggap PLN UIP Nusra sebagai ase kae ca bantang, satu bagian dari keluarga besar Gendang Gonggor,” ujar Stefanus Angkut

Stefanus Angkut menjelaskan, kedekatan ini juga tumbuh seiring keterlibatan PLN di wilayah tersebut, termasuk keberadaan lahan untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Poco Leok.

“Rumah adat Gendang Gonggor hampir 42 tahun tidak pernah diperhatikan. Pembangunan ini bisa terwujud berkat bantuan PLN. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Stefanus Angkut.

Menurut Stefanus Angkut, Rumah Adat Gonggor memiliki peran sentral sebagai ruang musyawarah adat, tempat pelaksanaan ritus tradisional, sekaligus simbol identitas budaya bagi generasi mendatang. Dengan rampungnya pembangunan ini, rumah adat kini kembali dapat difungsikan secara layak dan aman sebagai pusat aktivitas sosial budaya masyarakat.

Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit.

Herybertus Nabit menilai program TJSL PLN sebagai bentuk investasi budaya yang strategis bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat.

“Pengembangan budaya Manggarai menjadi perhatian melalui bantuan pembangunan rumah adat yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Herybertus Nabit.

Herybertus Nabit menambahkan, revitalisasi rumah adat merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali perannya sebagai jantung kehidupan sosial masyarakat Manggarai.

Kolaborasi antara PLN dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.

“Semangat kolaborasi yang dilandasi saling pengertian dan gotong royong adalah strategi terbaik untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambah Herybertus Nabit.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor merupakan bagian dari komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat melalui pelestarian budaya dan pemberdayaan sosial di sekitar wilayah operasional.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved