Kamis, 23 April 2026

PON 2028

IPSI NTT Targetkan Juara Umum Silat PON 2028

Secara internal, IPSI NTT sempat mengarah pada Maumere sebagai lokasi pertandingan pencak silat.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Ketua Umum IPSI NTT, dr. Messerassi Baitnaveou Ataupah 

Ringkasan Berita:
  • IPSI NTT targetkan juara umum di cabor pencak silat di PON 2028
  • Tantangan utama yang dihadapi IPSI NTT saat ini adalah persoalan pendanaan
  • Hingga kini belum ada keputusan final terkait pembagian cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT sebagai tuan rumah PON 2028

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mematangkan langkah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Meski dibayangi keterbatasan anggaran dan fasilitas, IPSI NTT tetap memasang target ambisius, juara umum cabang olahraga pencak silat.

Ketua Umum IPSI NTT, dr. Messerassi Baitnaveou Ataupah, saat diwawancarai Reporter POS-KUPANG.COM, Jumat (13/2/2026), mengakui tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah persoalan pendanaan.

“Kami menghadapi persoalan serius, terutama pada pendanaan. Sebagai cabang olahraga amatir, kami sangat bergantung pada dukungan pemerintah. Namun di tengah keterbatasan ini, kami tetap ingin membangun citra bahwa NTT mampu berprestasi dan menyelenggarakan ajang berskala nasional dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada keputusan final terkait pembagian cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT sebagai tuan rumah PON 2028. Dalam Musyawarah Olahraga Provinsi dan dinamika pemilihan Ketua KONI, pembahasan tersebut belum mencapai titik akhir.

“Kami masih menunggu kepastian cabang mana yang dilaksanakan di masing-masing daerah. Untuk silat sendiri, kami tentu berharap bisa digelar di NTT,” katanya.

Secara internal, IPSI NTT sempat mengarah pada Maumere sebagai lokasi pertandingan pencak silat. Pertimbangannya adalah jumlah anggota IPSI yang cukup banyak serta dukungan fasilitas yang relatif memadai.

“Dalam pembahasan internal, menurut kami yang paling memungkinkan menjadi tuan rumah cabor silat itu di Maumere. Basis atlet dan pengurus di sana cukup kuat,” jelasnya.

Namun demikian, persoalan utama tetap pada ketersediaan venue berstandar nasional. Selain Maumere, opsi lain yang dipertimbangkan adalah Labuan Bajo dan Kota Kupang. Tantangan tidak hanya menyangkut gedung pertandingan, tetapi juga daya tampung atlet dan ofisial.

Ia juga mengungkapkan bahwa Ketua Umum KONI Pusat sebelumnya menyampaikan tidak akan ada pembangunan venue baru di NTT. Artinya, fasilitas yang sudah ada akan digunakan, dan jika dinilai tidak layak, pertandingan berpotensi dialihkan ke luar daerah.

Baca juga: IPSI Kota Kupang Gelar Kejuaraan Antar-Perguruan Rebutkan Piala Bergilir Wali Kota

Di tengah berbagai keterbatasan, IPSI NTT tetap optimistis. Pada PON sebelumnya di Aceh dan Sumatera Utara, pencak silat berhasil menyumbangkan tiga medali emas dan dua perunggu. Bahkan di ajang internasional, silat menjadi satu-satunya cabang dari NTT yang meraih medali emas.

“Di PON terakhir, kita berada di peringkat empat dan hanya terpaut satu emas dari juara umum. Artinya, peluang itu sangat terbuka,” ungkap dr. Messerassi.

Untuk PON 2028, IPSI NTT secara terbuka menargetkan posisi juara umum. Namun ia mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama di kelas-kelas berat yang kekurangan atlet potensial.

“Kelas berat masih menjadi tantangan kami. Pembinaan harus lebih serius dan berkelanjutan,” katanya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved