Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026

NTT Terkini

Kinerja APBD NTT 2025 Solid, Pendapatan Daerah Rp22,02 Triliun dan Surplus Rp2,53 Triliun

realisasi pendapatan daerah hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp22,02 triliun atau 72,37 persen dari estimasi

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL
KETERANGAN- Kepala Kanwil DJPb NTT, Adi Setiawan (kanan) saat konferensi pers  

Ringkasan Berita:
  • Kinerja APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2025 menunjukkan kondisi fiskal yang solid
  • Realisasi pendapatan daerah hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp22,02 triliun atau 72,37 persen dari estimasi
  • Dengan capaian tersebut, APBD NTT tahun 2025 mencatat surplus sebesar Rp2,53 triliun

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025 menunjukkan kondisi fiskal yang solid, meski berada dalam bayang-bayang kebijakan efisiensi anggaran.

Berdasarkan rilis resmi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan ( Kanwil DJPb ) Provinsi NTT yang disampaikan di Kupang, Selasa (27/1/2026), realisasi pendapatan daerah hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp22,02 triliun atau 72,37 persen dari estimasi. 

Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp19,49 triliun atau 63,69 persen dari alokasi anggaran.

Dengan capaian tersebut, APBD NTT tahun 2025 mencatat surplus sebesar Rp2,53 triliun. 

Pendapatan Daerah Didominasi Transfer Pemerintah Pusat

Secara rinci, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Desember 2025 mencapai Rp2,57 triliun. Pendapatan transfer tercatat sebesar Rp19,27 triliun, sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah (LLPDyS) mencapai Rp178,09 miliar.

Pendapatan transfer dari pemerintah pusat masih menjadi sumber utama penerimaan daerah dengan kontribusi sebesar 87,51 persen dari total pendapatan daerah. PAD memberikan kontribusi sebesar 11,68 persen, sedangkan sisanya berasal dari LLPDyS.

Baca juga: Fraksi Demokrat DPRD Sebut APBD NTT Banyak Biayai Rutinitas Birokrasi Dibanding Produktif 

Di sisi belanja, realisasi belanja daerah hingga akhir 2025 mencapai Rp19,49 triliun atau 63,69 persen dari pagu anggaran. 

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp14,91 triliun atau 66,60 persen dari alokasi. Dari belanja operasi tersebut, porsi terbesar berasal dari belanja pegawai dengan realisasi mencapai Rp10,16 triliun.

Struktur Belanja dan Kontribusi PAD Menguat

Kanwil DJPb NTT mencatat, share PAD terhadap belanja operasi pada tahun anggaran 2025 mencapai 17,26 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 15,94 persen. '

Hal ini menunjukkan adanya penguatan kontribusi PAD dalam mendukung pembiayaan belanja daerah.

Namun demikian, share belanja pegawai terhadap belanja operasi pada tahun 2025 mencapai 68,19 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 59,13 persen. 

Baca juga: Jurus Melki - Johni Atasi Keterbatasan APBD NTT di Tengah Efisiensi Anggaran

Kondisi ini mencerminkan masih besarnya porsi belanja pegawai dalam struktur belanja daerah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved