Lembata Terkini
Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Nubatukan
Forum Jurnalis Lembata (FJL) menggelar kegiatan Edukasi Media Sosial (medos) di SMKN 1 Nubatukan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, LEWOLOBA - Forum Jurnalis Lembata (FJL) menggelar kegiatan Edukasi Media Sosial (medos) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Nubatukan, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa-siswi tentang literasi media, jurnalistik, serta perbedaan media sosial dan media online.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Agustinus Enga Buran, yang mewakili Kepala Sekolah karena sedang berada di luar daerah.
Dalam sambutannya, Agustinus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forum Jurnalis Lembata yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada siswa-siswi SMKN 1 Nubatukan.
“Kiranya ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi seluruh siswa-siswi yang hadir dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan Edukasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Lembata, Alexander Taum, jurnalis senior media Indonesia sekaligus Pemimpin Redaksi AdabNews.com.
Ia didampingi Sekretaris FJL Cristianus Boro (Suluh Nusa), serta sejumlah jurnalis lainnya, diantaranya Bedos Making (BMNews.com), Cele Kedang (AktualitaNTT), Willy Kali (Media Info Kini), Dika Ahmad (Media Jurnal Polisi), Asiz Usman (AkzaraNews), dan Stenly Leuweheq (Media Surya).
Bedos Making menjelaskan tentang mekanisme kerja jurnalistik dan jurnalis. Dia menyampaikan poin-poin tentang kinerja Jurnalis dalam menciptakan produk Berita.
Dalam sesi diskusi, salah satu siswa SMKN 1 Nubatukan, Aditya, mengungkapkan pandangannya terkait perbedaan menulis di Facebook dan media online, menurut Aditya.
“Media online adalah sumber informasi yang kuat dan valid, sementara Facebook tidak bisa dipastikan kebenarannya karena lebih bersifat media hiburan di dunia maya,” ungkap Aditya.
Alexander menjelaskan, perbedaan mendasar antara medos dan media online. Menurutnya, jurnalis memiliki tugas dan fungsi utama untuk menggali informasi secara akurat melalui proses mendengar, melihat, mencatat, serta melakukan check and recheck sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
“Di era digital saat ini banyak beredar informasi liar yang tidak diketahui kebenarannya. Kehadiran konten kreator di media sosial membuat peran media online seolah redup, namun bukan untuk menyudutkan pegiat Facebook. Jurnalistik tetap berpegang pada prinsip verifikasi dan akurasi,” jelas Alexander.
Sekretaris Forum Jurnalis Lembata, Cristianus Boro alias Sandro Wangkak menjelaskan tentang teknik dasar menulis berita. Dia mengajak siswa-siswi untuk memulai menulis dari hal-hal sederhana.
“Mulailah dari hal kecil, misalnya menggambarkan rupa dan wajah orang tua, lalu menarasikannya ke dalam tulisan,” tuturnya.
| Bupati Lembata NTT Pecat 4 ASN yang Selingkuh |
|
|---|
| St. Arsen Choir Waikomo Gelar Nataru dan Valentine Day, Pater Emanuel Wero, SVD Tekankan Kekompakan |
|
|---|
| Lembata Siapkan Infrastruktur Ekspor Daging Babi Organik ke Timor Leste |
|
|---|
| Video BBM Langka di Lembata, Warga Berebut Masuk SPBU |
|
|---|
| Gunung Ile Lewotolok Meletus 130 Kali, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Edukasi-Media-Sosial-1.jpg)