Jumat, 24 April 2026

Provinsi NTT Terkini

Menhan Minta Kadet Jangan Malas, UNTAS Komit Setia pada NKRI

Organisasi Uni Timor Aswa’in (UNTAS) kembali menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada NKRI. 

POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
KUNJUNGI = Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meminta prajurit TNI-AD dari Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 877/Biinmaffo 

Ringkasan Berita:
  • Organisasi Uni Timor Aswa’in (UNTAS) kembali menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada NKRI. 
  • Sikap tersebut ditegaskan dalam pengukuhan pengurus UNTAS masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Ballroom Hotel Harper Kupang, Kamis (22/1).
  • Ketua Umum UNTAS periode 2025–2030, Fernando Jose Osorio Soares, S.T., menyatakan, sejak awal berdiri, UNTAS secara sadar mengambil pilihan politik untuk tetap berada dalam pangkuan NKRI.
 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Organisasi Uni Timor Aswa’in (UNTAS) kembali menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada NKRI. 

Sikap tersebut ditegaskan dalam pengukuhan pengurus UNTAS masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Ballroom Hotel Harper Kupang, Kamis (22/1).

Ketua Umum UNTAS periode 2025–2030, Fernando Jose Osorio Soares, S.T., menyatakan, sejak awal berdiri, UNTAS secara sadar mengambil pilihan politik untuk tetap berada dalam pangkuan NKRI.

“Indonesia adalah rumah besar yang kami pilih dengan sadar, dan pilihan itu tidak pernah kami tawar. Ini bukan soal perdebatan masa lalu, tetapi soal identitas dan konsistensi,” tegas Fernando.

Menurutnya, UNTAS lahir dari kesadaran kebangsaan warga negara Indonesia asal Timor Timur. Karena itu, organisasi tersebut menegaskan sikap tunduk dan patuh terhadap kebijakan pemerintah Republik Indonesia serta siap bersinergi dalam menjaga persatuan bangsa.

Fernando juga mengungkapkan pengalaman pertemuannya dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, di Kementerian Pertahanan pada 5 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Menhan RI menyampaikan kalimat yang menurutnya sangat bermakna bagi warga negara Indonesia asal Timor Timur.

“Timor Timur bukan urusan kepala, tetapi urusan hati,” ungkap Fernando, mengutip pernyataan Menhan RI.

Ia menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk empati dan pengakuan negara terhadap kesetiaan dan pengabdian warga eks-Timor Timur yang memilih tetap setia pada Indonesia pascareferendum.

Kehadiran Menteri Pertahanan RI dalam pengukuhan pengurus UNTAS, lanjut Fernando, menjadi simbol bahwa warga negara Indonesia asal Timor Timur tidak berjalan sendiri, tetapi mendapat perhatian dari negara.

Fernando juga menyampaikan bahwa UNTAS akan terus memperkuat persatuan warga negara Indonesia asal Timor Timur di seluruh Nusantara. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota organisasi untuk tetap solid, kompak, dan aktif mengayomi masyarakat.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT yang sejak 1999 hingga saat ini telah menerima warga eks-Timor Timur dengan sikap terbuka dan penuh kekeluargaan.

“Badai telah berlalu. Hari ini kita berdiri dengan keyakinan bahwa pemerintah terus bekerja untuk semua rakyat Indonesia. Karena itu, kita harus tetap bersatu,” pungkasnya.

Tekankan Disiplin 

Selain menghadiri acara UNTAS, Menteri Pertahanan, Jenderal (Purn) TNI Sjafrie Sjamsoeddin juga memberikan arahan kepada Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) di Kampus Politeknik Pertahanan Ben Mboi, Kabupaten Belu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved