NTT Terkini
Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 26 Januari, Warga NTT Agar Tetap Waspada
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan kombinasi sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun
Ringkasan Berita:
- Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) hendaknya tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut.
- Cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga 26 Januari 2026.
- Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan kombinasi sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun dingin Asia.
- Keberadaan sistem ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia.
POS-KUPANG.COM - Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) hendaknya tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga pekan depan.
Cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga 26 Januari 2026.
Pergerakan bibit siklon tropis 96S yang memicu hujan lebat di Sumatera Selatan, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Opini: BMKG dan Kesadaran Iklim
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan cuaca ekstrem diakibatkan kombinasi sirkulasi siklonik, dan penguatan monsun dingin Asia.
Keberadaan sistem ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
"Meskipun bibit siklon tropis 96S saat ini telah melemah dan dinyatakan punah, namun dinamika atmosfer kembali menunjukkan adanya pembentukan Bibit siklon tropis 97S di wilayah Laut Timor," kata Andri, Kamis (22/1/2026).
Dikatakannya, dinamika tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebat sampai sangat lebat terutama di NTT dan NTB.
Wilayah mana saja yang harus waspada?
Kondisi di atmosfer juga dipengaruhi aktifnya monsun asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut China Selatan, lalu bergerak melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.
Pergerakannya disertai penguatan angin baratan di sekitar wilayah selatan Indonesia.
Andri menyebut, aliran massa udara lembap berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di daerah terdampak. BMKG memprediksi cuaca ekstrem bakal berlangsung sampai 26 Januari 2026.
"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang," ucap Andri.
Wilayah yang perlu waspada, antara lain sumatera Selatan, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, Papua serta Papua Selatan.
Dinamika atmosfer diprediksi memicu hujan
Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memperkirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca.
El Nino southern oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, dengan nilai southern oscillation index (SOI) cenderung positif.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, aktivitas madden julian oscillation (MJO) diprediksi aktif melintasi NTB, NTT, Laut Flores, Laut Timor, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Dampaknya, meningkatkan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut. Gelombang ekuator juga tercatat aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah.
Andri menyatakan, kombinasi MJO, gelombang kelvin, dangelombang rossby ekuator teramati aktif di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, pesisir barat Bengkulu hingga pesisir barat Lampung, dan perairan selatan NTB hingga selatan NTT.
Siklon tropis nokaen yang terdapat di Laut Filipina, utara Maluku Utara diprakirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa dengan arah gerak ke Timur Laut.
Hal ini memengaruhi pembentukan pola angin di utara Indonesia bagian Timur. Terdapat pula bibit 97S yang pergerakannya akan persisten dengan kecepatan angin maks 20 knot dan tekanan udara 1000 hPa.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," demikian Andri. (*)
Sumber: KOMPAS.COM
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Cuaca Ekstrem di NTT Sepekan Kedepan
cuaca ekstrem
waspada cuaca ekstrem
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur
Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika
siklon tropis
| Pemprov NTT Pastikan Tidak Ada Tenaga PPPK yang Dirumahkan pada 2027 |
|
|---|
| Anggota Minta Semua Pihak Dewasa dan Jaga Marwah Kopdit Swasti Sari Pasca Pelantikan |
|
|---|
| PLN Tegaskan Komitmen ESG melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat |
|
|---|
| Kemenkeu dan Kemenkes Dampingi Pemda di NTT Tingkatkan Layanan Kesehatan Lewat DAU SG 2026 |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, PLN Sumba Hadiahkan Kenyamanan Lewat Peremajaan kWh Meter Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Cuaca-ekstrem-melanda-Provinsi-NTT.jpg)