Jumat, 24 April 2026

Manggarai Terkini

Kinerja APBN Jaga Stabilitas Perekonomian di Manggarai Raya dan Ngada

Kinerja APBN masih menunjukkan peran besarnya dalam menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada. 

POS KUPANG/DOK-KPPN RUTENG
KPPN RUTENG - Kepala Kantor KPPN Tipe A2 Ruteng, Akhmad Zainuddin bersama staf saat melaksanakan konferensi pers di Kantor KPPN Tipe A2 Ruteng.  

POS-KUPANG.COM, RUTENG -.Kinerja APBN masih menunjukkan peran besarnya dalam menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada. 

Capaian pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 (yoy) yang tumbuh signifikan di seluruh Kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai Barat sebesar 8,02 persen, Manggarai sebesar 5,70 % , Manggarai Timur sebesar 5,43 % , dan Kabupaten Ngada sebesar 4,53 % . Kondisi ini dijelaskan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Ruteng, Akhmad Zainuddin, saat konferensi pers, Selasa (30/9).

Akhmad Zainuddin menerangkan, kondisi perekonomian yang sangat baik tersebut antara lain didorong dari belanja pemerintah yang menjadi salah satu komponen perhitungan pertumbuhan ekonomi, serta multiplier effectnya dalam meningkatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto. 

Akhmad Zainuddin, menyebutkan, penerimaan dalam negeri sebesar Rp 299,85 miliar, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 158,21 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 141,65 miliar. PNBP terbesar berasal dari Pendapatan Wisata Alam yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), yaitu sebesar Rp 67,72 miliar. 

Baca juga: LIPSUS: SILPA Tembus Rp 2 Triliun, Kanwil DJPb Siap Kawal

Realisasi belanja mencapai Rp 3,08 triliun atau sebesar 63,04 % ?ri pagu, yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp 483,91 miliar (54,90?ri pagu) dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 2,60 triliun (64,83?ri pagu). Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 240,46 miliar (67,78?ri pagu), Belanja Barang sebesar Rp 209,67 miliar (54,70?ri pagu), dan Belanja Modal sebesar Rp 33,78 miliar (23,56?ri pagu).

Sementara itu realisasi penyaluran TKD terdiri dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp 1,68 triliun (70,17?ri pagu), Dana Bagi Hasil sebesar Rp 13,25 miliar (47,98?ri pagu), Dana Transfer Khusus sebesar Rp 499,34 miliar (50,08?ri pagu), Dana Insentif Fiskal sebesar Rp 17,84 miliar (50,00?ri pagu), dan Dana Desa sebesar Rp 390,71 miliar (70,11?ri pagu), yang disalurkan kepada 657 desa (99,85?ri 658 desa yang ada). 

Menurut Akhmad Zainuddin, untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, meningkatkan daya beli masyarakat, serta melindungi warga negara yang kurang mampu atau rentan dari risiko sosial, Pemerintah Pusat juga telah menyalurkan bantuan sosial yatim piatu sebesar Rp 2,21 miliar, bantuan pangan non tunai sebesar Rp 223,72 miliar. 

Berikutnya, program keluarga harapan sebesar Rp 147,39 miliar, padat karya Kementerian PU sebesar Rp 9,80 miliar, padat karya dana desa Rp 30,15 miliar, dan BLT dana desa sebesar Rp 50,10 miliar. 

Baca juga: LIPSUS: SILPA Tembus Rp 2 Triliun, Kanwil DJPb Siap Kawal

Untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM, pemerintah juga memberikan subsidi bunga melalui penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang mencapai Rp 66,56 miliar kepada 13.480 debitur.

Penyaluran Umi terbesar dilakukan melalui PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan total Rp 65,68 miliar untuk 13.360 debitur.

Dikatakan Akhmad Zainuddin, Kabupaten yang mendapatkan penyaluran UMi terbesar adalah Kabupaten Manggarai, yaitu dengan total penyaluran sebesar Rp 21,45 miliar untuk 4.308 debitur. 

Pemerintah juga menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) melalui bank Himbara sebesar Rp 395,66 miliar kepada 10.303 debitur. Kabupaten yang mendapatkan penyaluran KUR terbesar adalah pada Kabupaten Ngada, yaitu dengan total penyaluran mencapai Rp 122,79 miliar untuk 3.295 debitur.

"Seluruh penyaluran dana APBN di atas, baik dalam bentuk TKD maupun belanja K/L, salah satu tujuannya adalah menjaga stabilitas perekonimian di daerah, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"  tutup Akhmad Zainuddin.  (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

                                                    

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved