NTT Terkini
Kemenag dan BKKBN Gelar Bimtek GATI Berbasis Agama Katolik di NTT
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN Perwakilan NTT menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berbasis Agama Katolik.
Kegiatan ini berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, pada Selasa 9 September 2025 dengan melibatkan penyuluh agama serta tokoh agama Katolik.
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Pasal 47 undang-undang tersebut menekankan kewajiban pemerintah pusat dan daerah untuk menetapkan kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan serta kesejahteraan keluarga.
Tujuan utama program ini adalah mendorong setiap keluarga mampu melaksanakan delapan fungsi keluarga, yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat membentuk keluarga berkualitas yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Direktur Urusan Agama Katolik Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI, Dr. Salman Habeahan, menegaskan keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih sering terabaikan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan peran ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Baca juga: Dorong Inovasi Pendidikan Kristen, Kemenag Rote Ndao Sosialisasi dan Implementasikan Kurikulum Cinta
“Anak yang diasuh oleh kedua orang tua secara seimbang cenderung memiliki perkembangan kognitif, emosional, dan sosial yang lebih baik. Fenomena fatherless di Indonesia perlu mendapat perhatian serius, karena berdampak pada tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga,” ujar Salman.
Data UNICEF 2021 mencatat 20,9 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa figur ayah, sementara data BPS menunjukkan hanya 37,17 persen anak usia 0–5 tahun yang diasuh oleh kedua orang tua secara bersama. Kondisi ini, menurut Salman, menegaskan pentingnya gerakan GATI.
Plt. Kakanwil Kemenag NTT, H. Ishak Sulaiman, menyampaikan bahwa pelibatan tokoh agama dalam GATI menjadi strategi penting karena mereka memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
“Tokoh agama adalah rujukan nilai, sementara tokoh masyarakat berperan sebagai penggerak sosial. Ketika pesan GATI disampaikan oleh mereka, maka dampaknya akan lebih kuat dan dipercaya dibandingkan sekadar pesan pemerintah atau media,” ungkap Ishak.
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2022 bahkan menunjukkan enam dari sepuluh orang dewasa di Indonesia menjadikan pendapat tokoh agama sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan hidup.
Melalui bimtek ini, para tokoh agama Katolik diharapkan dapat memahami secara mendalam pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Selain itu, mereka juga diharapkan konsisten menyampaikan pesan GATI dalam setiap kegiatan penyuluhan, aktivitas kemasyarakatan, maupun kegiatan keagamaan.
| Anggota DPRD NTT Antonius Landi Tanggapi Wacana Pembatasan Penggunaan Kendaraan Dinas |
|
|---|
| Menanti Fajar Baru di Manutoghi: Senyum Warga Sumba Barat Daya Sambut Uji Coba Listrik PLN |
|
|---|
| Jokowi Ingin NTT Jadi Kandang Gajah PSI, Grace Natalie Bertemu Jajaran Pos Kupang |
|
|---|
| Emas dari Madiun Jadi Modal Berharga, Aguero Cristiano Ronaldo Ello Bidik Gelar Medali di Semarang |
|
|---|
| Konsumsi Pertalite di NTT Tembus 892 Ribu Liter per Hari, Stok Aman 10 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kementerian-Agama-Republik-Indonesia-bekerja-sama.jpg)