NTT Terkini
Ekspor NTT Masih Perkasa, Neraca Perdagangan Surplus US Dolar 36,12 Juta
Dari jumlah itu, industri pengolahan menyumbang 79,35 persen, sektor pertanian 15,53 persen, dan pertambangan 2,27 persen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membukukan surplus neraca perdagangan luar negeri sepanjang Januari hingga Juli 2025.
Kinerja ekspor yang konsisten naik, terutama dari sektor industri pengolahan dan pertanian, menjadi motor penggerak utama.
Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat, nilai ekspor kumulatif Januari hingga Juli 2025 mencapai US$ 42,10 juta atau naik tipis 0,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik NTT Matamira B. Kale mengatakan nilai impor hanya US$ 5,98 juta, anjlok 77,70 persen dibanding Januari hingga Juli 2024. Dengan demikian, surplus perdagangan NTT tembus US$ 36,12 juta.
“Ini menunjukkan daya saing produk lokal NTT semakin kuat di pasar internasional, terutama dari sektor industri pengolahan,” ujar Kepala BPS NTT, Selasa (2/9).
Sepanjang tujuh bulan pertama 2025, ekspor NTT masih didominasi nonmigas dengan kontribusi 97,16 persen.
Dari jumlah itu, industri pengolahan menyumbang 79,35 persen, sektor pertanian 15,53 persen, dan pertambangan 2,27 persen. Adapun migas hanya menyumbang 2,84 persen.
Matamira B. Kale juga mengatakan komoditas utama ekspor NTT tetap didominasi perabot dan perlengkapan rumah tangga, yang menjadi andalan ke berbagai negara.
"Pada Juli 2025, ekspor NTT tercatat US$ 6,26 juta, naik 7,04 persen dibanding Juli 2024. Ekspor migas tumbuh 18,59 persen, sementara ekspor nonmigas naik 6,72 persen. Dari sisi nonmigas, industri pengolahan menyumbang US$ 5,08 juta dan sektor pertanian US$ 0,88 juta," ujarnya.
Baca juga: Opini: Surplus Informasi, Defisit Ide, dan Budaya Literasi
Menurutnya, impor Juli 2025 juga melonjak drastis hingga US$ 1,90 juta, naik 891,29 persen dibanding Juli tahun lalu. Meski begitu, NTT tetap surplus sebesar US$ 4,36 juta pada bulan itu.
Negara tujuan ekspor terbesar NTT masih didominasi oleh Timor Leste dengan nilai mencapai US$ 33,89 juta. Selain itu, produk NTT juga menembus pasar India (US$ 1,65 juta), Jepang (US$ 1,43 juta), serta negara lain senilai US$ 5,13 juta.
Surplus perdagangan ini menjadi kabar baik bagi perekonomian NTT. Meski sempat ada lonjakan impor di Juli, secara keseluruhan tren ekspor yang stabil menunjukkan potensi besar produk-produk lokal NTT untuk terus menembus pasar internasional. (iar)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| PLN Tegaskan Komitmen ESG melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat |
|
|---|
| Kemenkeu dan Kemenkes Dampingi Pemda di NTT Tingkatkan Layanan Kesehatan Lewat DAU SG 2026 |
|
|---|
| Jelang Idul Adha, PLN Sumba Hadiahkan Kenyamanan Lewat Peremajaan kWh Meter Gratis |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Ekonomi Sirkular "Kampung Berseri" |
|
|---|
| Pemprov NTT Gandeng Finnet Indonesia Perluas kanal Pembayaran Pajak Kendaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Provinsi-NTT-Matamira-B-Kale-1234.jpg)