NTT Terkini
GAMKI Alor Gelar Dialog Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Alboin menjelaskan, berbagai terobosan telah dilakukan GAMKI Alor untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
POS-KUPANG.COM - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan Dialog Publik Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di Gereja GMIT Oa Puringdon Klasis Alor Barat Laut.
Ketua DPC GAMKI Alor Termandat, Alboin Selly mengatakan, kegiatan Dialog ini merupakan program kerja DPC GAMKI Alor Masa Bhakti 2023-2026 yang ditetapkan dalam rapat kerja pengurus cabang pada tanggal 15 Desember 2023 di Gereja GKII Zoar Kalabahi.
"Kami menetapkan program ini karena melihat trend kenaikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang makin meningkat di Alor sehingga diperlukan langkah-langkah kongkrit untuk mencegahnya," kata Alboin dalam sambutannya.
Baca juga: Ini Tema Talk Show yang Digelar GAMKI Alor, Fokus Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Alboin menjelaskan, berbagai terobosan telah dilakukan GAMKI Alor untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Langkah yang telah dilakukan GAMKI adalah berkerja sama dengan LSM CD Bethesda dan Fakultas Hukum Untrib untuk membentuk LSM Suara Perempuan (SUPER Alor).
"Sampai sekarang SUPER Alor telah eksis dan banyak melakukan advokasi kasus, pendampingan korban dan sosialisasi stop kekerasan seksual yang bermitra dengan penegak hukum, gereja dan pemerintah," jelasnya.
Selain itu, GAMKI Alor juga telah menekan MoU dengan LBH Surya NTT Perwakilan Alor untuk mendampingi kasus-kasus hukum yang ditangani GAMKI.
"Sekarang Dialog Publik ini kami lakukan sebagai bentuk sosialisasi agar semua perempuan, laki-laki dan anak-anak kristen dan generasi Alor semuanya harus bebas dari segala bentuk kekerasan," kata Alboin
Akhir Dialog ini akan ada deklarasi tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diharapkan deklarasi ini bisa membawa pesan kepada publik untuk bersama berkomitmen menolak keras kekerasan seksual pada perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Lepas Peserta Prosesi Pawai Paskah GAMKI Alor Tahun 2025
"Kami juga akan ada deklarasi pembentukan komunitas lapor polisi yang nantinya akan dikoordinir oleh DPC GAMKI Alor. Komunitas ini akan berkerja berjejaring untuk melaporkan kasus-kasus yang terjadi pada komunitas dan lingkungan masyarakat, dan melaporkan itu di kepolisian," tegasnya.
GAMKI mendorong penegak hukum untuk lebih serius menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan kasus TPPO yang saban hari kian bertambah.
Sebab menurut amatan GAMKI, banyak kasus masih diselesaikan di luar peradilan, padahal UU Perlindungan Anak sudah tegas mengatur melarang penyelesaian masalah kekerasan seksual di luar peradilan.
Alboin mendorong pemerintah dan DPRD untuk lebih memberikan perhatian anggaran dan kerja kolaboratif dalam menekan angka kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Perlu ada kerja kolaboratif antara pemerintah, LSM, OKP, rumah ibadah dan masyarakat dalam menekan angka kasus ini. Karena menurut amatan kami, belum ada keseriusan soal ini dari pemerintah dan DPRD, dan masing-masing kita masih bekerja sendiri-sendiri dengan sumber daya yang terbatas," ujarnya.
GAMKI juga meminta pemerintah daerah untuk tegas memberikan sanksi etik bagi pelaku kekerasan seksual di kalangan birokrasi dan mendorong penegakan hukum pidana secara tegas sebagai bentuk komitmen daerah.
Selain itu, GAMKI juga meminta Badan Kehormatan DPRD untuk tegas menangani sanksi etik bagi anggota DPRD yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan/perselingkuhan, yang kini sedang ramai diperbincangkan publik.
Akhir sambutannya, Alboin Selly mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon Pdt Orni K. Laukamang, S.Th, Jemaat dan Pemuda Gereja yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik GAMKI. Ia pun sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Narasumber dan peserta yang telah hadir mendukung kegiatan GAMKI.
Sementara, Ketua Panitia Dialog Publik, Medy Boling dalam laporannya mengatakan, kegiatan Dialog ini akan dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 28-29 Agustus pukul 09.00 WITA sampai selesai di Gereja GMIT Oa Puringdon.
Adapun materi dan narasumbernya antara lain:
Pertama: Sex Education. "Bahaya Penyakit Menular Seksual Bagi Pemuda dan Remaja Dalam Mencegah Lost Generation." Narasumbernya: Kadis Kesehatan Alor, dr. Farida.
Materi ini memberikan pandangan kepada pemuda dan remaja untuk memahami bahaya penyakit menular seksual dan memahami fungsi organ reproduksi, proses tumbuh kembang dan cara menjaga kesehatan diri pemuda dan remaja.
Kedua: Teologi Feminisme. "Gender dan Seksualitas Dalam Perspektif Teologi Feminis." Narasumber: Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, Eunike Molebila, S.Th.,M.Th.
Materi ini membedah pandangan mengenai peran perempuan dalam agama, kesetaraan gender, dan interpretasi kitab suci dari perspektif feminis agar mencegah kasus kekerasan seksual, LGBT, Aorsi, dan lain-lain sehingga menciptakan hubungan yang sehat dalam menjaga kekudusan tubuh sebagai ciptaan Allah.
Ketiga: Perempuan dan Budaya Alor. "Peran Perempuan Menentang Budaya Patriarki untuk Mencegah Kekerasan." Narasumber: Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, Dr. Hermayanti Mantaon.
Materi ini memberikan pandangan budaya mengenai peran perempuan dalam melawan kekerasan budaya patriarki yang berlaku dalam budaya di Kabupaten Alor.
Keempat: Pemulihan Trauma Psikis. "Tips Mengelola Trauma Psikis Korban Penyintas Kekerasan Seksual Agar Tidak Trauma dan Bunuh Diri." Narasumber: Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Alor, Lim C.H.R Odja, S.Th.,M.Th.
Materi ini memberikan pandangan mengenai cara/tips pemulihan trauma psikis yang dialami korban penyintas kekerasan seksual agar tidak terjerumus dalam perilaku bunuh diri.
Kelima: Laki-Laki Baru Tolak Kekerasan. "Peran Laki-laki Baru Dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak." Narasumber: Ketua UPP Pemuda GMIT Klasis Alor Barat Laut, Ferdinand Duraw.
Materi ini mengulas peran laki-laki baru dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Keenam: Advokasi Kasus dan Pendampingan Korban. "Teknik Advokasi dan Pendampingan Kasus- kasus Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak." Narasumber: Pekerja Sosial Dinas Sosial Alor, Mara Yirmiyati, S.Sos.
Materinya mengulas teknik advokasi dan pendampingan kasus-kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Ketujuh: Komitmen Penegak Hukum. "Ancaman Pidana, Komitmen Penanganan Kasus dan Mekanisme Pelaporan Kasus Tindak Pidana TPPO dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak." Narasumber: Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H.
Materi ini mengulas tentang ancaman pasal-pasal pidana yang berkaitan dengan kekerasan seksual pada perempuan dan anak, kasus TPPO dan penanganan kasus di kepolisian, serta menjelaskan mekanisme pelaporan tindak pidana TPPO dan kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
Kedelapan: Komitmen Pemerintah Daerah. "Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak." Narasumber: Kepala Dinas P3A Alor, Abdul Moharis Kapukong, S.H.,M.H.
Materinya mengulas arah kebijakan, program dan komitmen strategis pemerintah daerah dalam penanganan dan pencegahan kasus tindak pidana kekerasan seksual perempuan dan anak.
"Akhir Dialog nanti kami akan Deklarasi GAMKI Alor dan Pemuda Kristen Tolak Kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Deklarasi Komunitas Lapor Polisi," ujar Medy Boling.
Medy mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon, Jemaat dan Pemuda Jemaat yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Narasumber, Panitia, DPC GAMKI, senior dan peserta yang telah hadir mendukung kegiatan Dialog Publik ini sehingga berjalan dengan baik dan lancar.
"Kami mendoakan, semoga Tuhan Yesus memberkati Bapak/Ibu Narasumber, senior, panitia dan peserta dalam tugas pelayanan kita masing-masing. Mari kita semua menjadi pelaku tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak," tutup Medy.
Senior GAMKI Alor, Selvy Lepa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih GAMKI Alor yang terus aktif dalam program dan menggagas dialog publik; cegah kekerasan pada perempuan dan anak.
Menurutnya, tema Dialog yang digagas GAMKI ini merupakan isu yang marak dan cukup tinggi didengar di media online dan lingkungan.
"Menarik, GAMKI tanggap terhadap persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Ini isu global, nasional dan daerah yang harus menjadi perhatian kita bersama," katanya.
Selvy Lepa berharap diskusi-diskusi publik seperti ini perlu intens dilakukan GAMKI sehingga membuka wawasan bersama sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang saling menjaga, menghargai dan ramah pada perempuan dan anak.
"Perlu juga ada langkah-langkah strategis yang diambil untuk dapat menekan tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak," ujarnya.
Mantan Ketua GAMKI Alor itu berharap GAMKI terus kolaborasi membangun kemitraan dengan pemerintah, Gereja, LSM, OKP Cipayung dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Akhir sambutannya, Selvy Lepa memberikan apresiasi kepada Panitia yang bekerja luar biasa dalam menyukseskan kegiatan Dialog Publik Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon yang telah membuka hati menerima kegiatan GAMKI.
"Apresiasi dan selamat juga kepada narasumber, 65 orang peserta dan undangan yang telah hadir mengikuti kegiatan dialog publik GAMKI. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang besar untuk kita agar tetap menolak kekerasan dalam bentuk apapun kepada perempuan dan anak. Tuhan menolong kita semua. Amin," tutup Selvy.
Kegiatan Dialog Publik tersebut diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Orni K. Laukamang, S.Th. (*).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.