Selasa, 16 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 16 Juni 2026, "Memaafkan dan Rendah Hati"

Mengasihi musuh bertentangan dengan spirit manusia pada umumnya, perbuatan jahat harus dibalas dengan kejahatan pula

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Selasa, 16 Juni 2026
MEMAAFKAN DAN RENDAH HATI: MENCIPTAKAN RUANG KERAHIMAN ILAHI TUHAN DALAM DIRI
(1Raj. 21:17-29; Mzn. 51:3-4.5-6a.11.16; Mat. 5:43-48)

"Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?" (Mat. 5:46).

Manusia selain keunggulan yang dimiliki, emosi menjadi bagian integral yang tak bisa dipisahkan. Emosi yang tak terkontrol dengan baik bisa meledakan bagai bom kapan saja. Yesus menampilkan suatu ajaran baru yang sangat kontras dengan emosi manusia: mengasihi musuh.

Ini suatu ajaran radikal yang kontras dengan perasaan emosi manusia. Hal lazim dalam hidup ialah mengasihi orang baik atau mengasihi secara berimbang.

Mengasihi musuh bertentangan dengan spirit manusia pada umumnya, perbuatan jahat harus dibalas dengan kejahatan pula. 

Ini karakter yang tidak dikehendaki oleh Allah. "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kalian." (Mat. 5:44). Mengasihi musuh menampakkan karakter Allah dalam persekutuan sebagai orang beriman.

Orang jahat maupun orang baik menikmati matahari dan hujan yang datang dari Allah. Tuhan Yesus membuka wawasan kita dalam mengasihi tanpa sekat. Sekat dalam mengasihi dan membenci adalah pikiran picik yang kita anggap sebagai kebenaran, padahal tidak membawa berkat bagi hidup.

Mengasihi orang jahat, membantu dia untuk berubah. Maka tuntutannya ialah orang yang berbuat jahat terhadap kita, dia mesti dikasihani. Ini misi yang Yesus harapkan kita buat walau tak mudah.

Berbuat ekstrim dalam mewujudkan perintah cinta kasih, hanya mungkin jika  kita memiliki sikap rendah hati dalam diri.

Kerendahan hati, berbelas kasih dan memaafkan menciptakan ruang bagi kerahiman Ilahi Allah dalam diri kita.

Ahab, raja Israel yang sangat jahat. Nabi Elia dengan arif menunjukkan kesalahannya. "Engkau telah memperbudak dirimu dengan melakukan yang jahat di hadapan Tuhan." (1Raj. 21:20).

Rancangan terdalam Allah bagi manusia adalah agar orang berdosa tidak binasa melainkan ia insyaf, menyesal dan bertobat. 

Ahab menyadari kejahatannya lalu merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung dan berpuasa. Tobat dari perbuatan kejinya, Ahab diluputkan dari malapetaka. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa." (Mzm. 51:5-6a).

Tuhan butuh kita untuk dengan setia melaksanakan keadilan dan  belas kasih dalam keseharian hidup.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved