Prakiraan Cuaca
Sebut Musim Kemarau Datang Bertahap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 5 – 11 Juni 2026
Indonesia sudah masuk musim kemarau namun datangnya bertahap, BMKG keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem 5 – 11 Juni 2026.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menjelaskan musim kemarau 2026 datang secara bertahap.
Karena itu, masih ada sebagian Wilayah Indonesia yang masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem.
Terbaru, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem 5-11 Juni 2026.
Dalam rilis terbarunya, BMKG menjelaskan, Wilayah Indonesia saat ini mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori bervariasi, dari sangat pendek hingga sangat panjang. Sebagian wilayah Indonesia (47,96 persen) berada dalam HTH kategori sangat pendek (1 – 5 hari).
Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Cuaca 4-5 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Meskipun demikian, sebanyak 20 lokasi (0,44 % ) masuk dalam kategori HTH panjang (21 – 30 hari) dan 1 lokasi (0,02 % ) masuk dalam kategori HTH sangat panjang (31 hari), yaitu di Kab. Banyumas, Jawa Tengah.
Analisis perkembangan musim kemarau menunjukkan bahwa sebanyak 28,6 % wilayah zona musim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, yang didominasi oleh wilayah di selatan Indonesia.
Hal ini lantaran aktifnya Monsun Australia yang berperan dalam membawa massa udara kering di sebagian wilayah Indonesia.
Kondisi ini berdampak pada berkurangnya pembentukan awan, terutama pada pagi hingga siang hari, sehingga penyinaran matahari ke permukaan menjadi lebih optimal.
Pada periode 1 – 3 Juni 2026, suhu maksimum lebih dari 35,0 °C tercatat di wilayah Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Baca juga: BMKG Peringatkan Sejumlah Wilayah Indonesia Waspada Hujan Lebat di Musim Kemarau
Meskipun beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih teramati di sejumlah daerah, khususnya di wilayah Indonesia bagian utara.
Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatra Utara (73,3 mm/hari), Papua Tengah (72,8 mm/hari), Kalimantan Tengah (61,6 mm/hari), Bangka Belitung (60,0 mm/hari), Kalimantan Utara (57,4 mm/hari), dan Papua Barat (57,1 mm/hari).
Hujan signifikan di wilayah-wilayah tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Secara spasial, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di sebagian wilayah Pulau Sumatra, Pulau Jawa, serta Pulau Kalimantan bagian barat dan selatan.
Pada periode yang sama, anomali OLR bernilai negatif di bagian barat Indonesia yang mengindikasikan potensi tutupan awan konvektif signifikan.
Baca juga: Cuaca Cerah Berawan Mendominasi Wilayah NTT Hari Ini, Ruteng dan Bajawa Waspada Suhu Dingin
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Teluk Cendrawasih dan utara Papua turut mempengaruhi pola aliran massa udara di sekitarnya dan berkontribusi terhadap peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-Cuaca-Ekstrem-Landa-NTT.jpg)