Rabu, 10 Juni 2026

Internasional Terkini

Karangan Bunga PM Timor Leste untuk Mendiang Presiden Ho Chi Minh

Xanana meletakan karangan bunga dan memberikan penghormatan kepada sang tokoh revolusioner. 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM
PENGHORMATAN - PM Timor Leste Xanana Gusmao memberi penghormatan di Mausoleum Ho Chi Minh di Kota Hanoi pada Senin 8 Juni 2026. 

POS-KUPANG.COM, HANOI - Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão memberikan penghormatan khusus kepada mendiang Presiden Ho Chi Minh saat berada di Vietnam untuk kunjungan kenegaraan sekaligus menghadiri agenda Forum Masa depan ASEAN ke-3 atau AFF. 

Kunjungan penghormatan ke Mausoleum Presiden Ho Chi Minh berlangsung pada Senin 8 Juni 2026. Di lokasi peristirahatan terakhir mantan perdana menteri dan presiden itu, Xanana meletakan karangan bunga dan memberikan penghormatan kepada sang tokoh revolusioner. 

Xanana tiba di Kota Hanoi pada Minggu 7 Juni 2026 sore untuk rangkaian kunjungannya itu. Kunjungan tersebut berlangsung atas undangan PM Vietnam Le Minh Hung.

Baca juga: Hubungan Bilateral Timor Leste dan Vietnam Kian Berkembang Positif 

Adapun Mausoleum Ho Chi Minh terletak di tengah Alun-alun Ba Đình, tempat tokoh besar yang menjadi Ketua Partai Buruh Vietnam itu tinggal dari tahun 1951 hingga kematiannya pada tahun 1969. Tempat yang sama tokoh yang juga dipanggil Paman Ho itu membacakan Deklarasi Kemerdekaan pada tanggal 2 September 1945, yang mendirikan Republik Demokratik Vietnam. 

Mausoleum itu dibuka untuk umum setiap pagi kecuali Senin dan Jumat.

Forum Masa Depan ASEAN

Forum Masa Depan ASEAN (AFF) ketiga, yang diadakan pada tanggal 9-10 Juni di Hanoi, merupakan forum internasional berskala besar yang dihadiri oleh banyak pemimpin tingkat tinggi dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Menurut Kuasa Usaha Vietnam di Timor-Leste, Pham Binh Dam, kunjungan resmi PM Kay Rala Xanana Gusmao ke Vietnam dan partisipasinya dalam Forum ketiga Masa Depan ASEAN sangat penting tidak hanya bagi hubungan bilateral tetapi juga bagi proses bergabungnya Timor-Leste ke ASEAN setelah resmi menjadi anggota ke-11 Asosiasi tersebut.

Dalam kerangka kunjungan ini, kedua pihak diharapkan akan menandatangani beberapa dokumen kerja sama penting, menciptakan fondasi hukum dan kondisi yang menguntungkan untuk mendorong kerja sama di banyak segi dan pertukaran antar masyarakat, membentuk dasar jangka panjang bagi hubungan bilateral.

Profesor Vu Minh Khuong dari Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew menekankan bahwa forum tersebut menunjukkan peran dan posisi Vietnam dalam mendorong ASEAN yang sinergis dan proaktif.

Di tengah gejolak politik dan ekonomi global serta kebangkitan Asia, dengan Tiongkok dan India sebagai dua kekuatan utama, posisi Asia semakin meningkat dan memainkan peran yang semakin menentukan dalam takdir global bersama. Dalam konteks ini, peran sentral ASEAN menjadi semakin penting.

Asia Tenggara memiliki visi yang sama dan semakin menjadi kawasan yang terintegrasi dan berkembang secara berkelanjutan.

Menurut Profesor Vu Minh Khuong, di dalam ASEAN, terdapat negara-negara yang telah menjadi model teladan dalam pembangunan, seperti Singapura, atau negara-negara yang bergerak sangat cepat, maju pesat, dan menjalani reformasi yang kuat, seperti Vietnam, Indonesia, dan Malaysia. Bahkan negara-negara yang tertinggal, seperti Myanmar, sedang melakukan perubahan untuk berintegrasi dengan dunia . Profesor tersebut menegaskan bahwa masa depan ASEAN cerah.

Profesor Vu Minh Khuong mencatat bahwa yang berharga adalah Vietnam memainkan peran yang semakin proaktif dan berpengaruh dalam membentuk takdir bersama Asia Tenggara. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved