Senin, 18 Mei 2026

Nasional Terkini

Kisah Mahasiswa Timor Leste Telantar di Jawa Timur

Nicodemos mengakui bahwa ia tak sepenuhnya memahami mengapa beasiswanya dihentikan.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Foto bersama Konsulat Jenderal Timor Leste di kantor Dinsos Jatim saat proses pemulangan Nicodemos Da Costa. 

Setelah itu, ia benar-benar sendirian. Selama hampir satu bulan, pemuda itu hidup menggelandang di sudut-sudut Kota Malang. Tak ada tempat tinggal tetap, tak ada penghasilan, tak ada kejelasan. Ketika akhirnya ditemukan oleh tim rescue Kota Batu, kondisi tubuhnya pun mulai melemah sedang mengalami gangguan lambung yang cukup serius.

Sekretaris Dinas Sosial Jatim, Yusmanu SST, yang mewakili Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menjelaskan, penanganan kasus ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk merespons setiap laporan terkait orang telantar secara cepat dan terukur.

"Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak. Tidak peduli siapa orangnya atau dari mana asalnya selama ia membutuhkan perlindungan sosial, itu adalah tanggung jawab kami," ujar Yasmanus dikutip dari Kompas.com, Minggu (17/5/2026). 

Setelah Nicodemos dibawa ke kantor Dinsos Jatim, ia mendapatkan perawatan medis, kebutuhan dasar, serta pendampingan.

Tim Pelayanan Pemulangan Orang Terlantar pun segera berkoordinasi lintas lembaga dengan menghubungi Dinsos Nusa Tenggara Timur sebagai jalur kepulangan awal, sekaligus menjalin komunikasi dengan Konsulat Jenderal Timor Leste di Bali.

“Saat ditemukan, kondisi kesehatannya juga menurun dan mengalami gangguan lambung atau maag sehingga membutuhkan perawatan serta pengobatan. Setelah itu, ia dibawa ke Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar,” imbuhnya.

Semula, Dinsos Jatim sudah menyiapkan tiket kapal laut untuk memulangkan Nicodemos melalui jalur NTT.

Namun rencana itu berubah ketika pihak Konsulat Jenderal Timor Leste memutuskan untuk turun langsung menjemput warganya dan membawanya pulang ke tanah air.

Rabu sore di Kantor Dinsos Jatim itu pun menjadi momen yang sulit dilupakan. Proses serah terima berlangsung resmi namun penuh kehangatan.

Nicodemos, yang dua hari lalu masih tidur tanpa atap yang pasti, kini duduk di hadapan pejabat konsulatnya sendiri, siap untuk kembali ke pelukan keluarga dan tanah airnya.

Kasus Nicodemos menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka statistik tentang orang telantar, selalu ada manusia dengan cerita nyata, tentang ambisi yang kandas, tentang kesendirian di negeri asing, dan tentang bagaimana sebuah sistem yang berjalan dengan baik bisa menjadi tangan yang mengulur pertolongan di saat yang paling dibutuhkan.

Kini, Nicodemos pulang. Bukan dengan cara yang ia bayangkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia enam bulan lalu. Tapi setidaknya, ia pulang. (kompas.com)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved