Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Internasional

Negara Teluk Rapat Darurat, Antisipasi Dugaan Sabotase Iran

Negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengadakan pertemuan darurat, Rabu (13/5/2026).

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
WIKIMEDIA COMMONS via KOMPAS.COM
Ilustrasi bendera Uni Emirat Arab (UEA). 

POS-KUPANG.COM - Negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengadakan pertemuan darurat, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan diadakan di markas Sekretariat Jenderal GCC di Riyadh, Arab Saudi, dan dipimpin Menteri Dalam Negeri Bahrain, Sheikh Rashid bin Abdullah Al Khalifa. 

Para Menteri Dalam Negeri perwakilan Negara Teluk dan Sekretaris Jenderal GCC Jassim Mohammed Al-Budaiwi hadir. 

Delegasi Kuwait dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Pertama dan Menteri Dalam Negeri Sheikh Fahd Al-Yousef.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Sheikh Saif bin Zayed Al Nahyan memimpin delegasi Uni Emirat Arab (UEA). 

Otoritas terkait perlu bekerja sama Para pejabat negara-negara GCC menegaskan bahwa keamanan kawasan Teluk tidak dapat dipisahkan, menurut laporan media Times Kuwait.

Baca juga: Lima Syarat Iran untuk Jaminan Minimum Lanjutkan Perundingan Damai  

Mereka menggarisbawahi perlunya koordinasi lebih kuat antara kementerian dalam negeri dan badan-badan keamanan menyusul penangkapan beberapa anggota 'sel' yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). 

Para menteri juga meninjau situasi keamanan regional dan membahas cara-cara untuk memperkuat koordinasi keamanan bersama di negara-negara Teluk. 

Ini dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan regional yang sedang berlangsung dan serangan yang menargetkan negara-negara GCC. 

Para menteri memuji upaya badan-badan keamanan Teluk dalam mengungkap dan membongkar sel-sel IRGC tersebut.

Mereka mengatakan bahwa operasi yang sukses mencerminkan tingkat efisiensi, kewaspadaan, dan kesiapan yang tinggi dari dinas keamanan GCC dalam menjaga stabilitas regional dan melindungi masyarakat Teluk dari ancaman yang muncul.

Baca juga: Iran Gerah AS Tembak Kapal Tankernya di Teluk Oman

Dilansir Gulf News, Jumat (15/5/2026), partisipasi UEA mencerminkan komitmen nasionalnya yang teguh terhadap prinsip bahwa keamanan GCC tidak dapat dipisahkan. Dan setiap ancaman yang menargetkan negara anggota secara langsung berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan secara keseluruhan. 

Di bawah arahan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, UEA tetap teguh berkomitmen untuk memperkuat keamanan nasional, menjaga pencapaiannya, memperkuat kohesi internal, dan menghadapi semua upaya yang bertujuan untuk merusak keamanan dan stabilitas negara-negara anggota GCC, demikian dilaporkan Gulf News UEA tegas berada dalam posisi menentang rencana Iran yang bertujuan untuk menggoyahkan masyarakat kawasan Teluk. 

Baik melalui aktivitas permusuhan dan instrumen subversif, yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan norma serta nilai-nilai yang diterima secara universal.

Sebelumnya, Pemerintah Timur Tengah mulai melakukan serangkaian tindakan untuk membongkar jaringan sabotase yang terkait dengan Iran, menurut laporan Wall Street Journal, Rabu (13/5/2026). 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved