KKB Papua
Warga Bantah Nopison Tebai Anggota KKB
Menurutnya, korban saat itu sedang tidak melakukan aksi yang melanggar hukum, melainkan tengah berkumpul bersama rekan-rekannya
POS-KUPANG.COM, DOGIYAI - Warga membantah pernyataan pihak kepolisian terkait status Nopison Tebai, korban penembakan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.
Pemuda Kampung Idadagi, Marianto Deba menyayangkan klaim kepolisian yang menyebut korban sebagai anggota KKB tersebut. Dia menyebut korban merupakan seorang pelajar aktif di SMA Negeri 2 Dogiyai.
Deba menjelaskan bahwa Nopison Tebai ditembak pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 07.20 WIT. Menurutnya, korban saat itu sedang tidak melakukan aksi yang melanggar hukum, melainkan tengah berkumpul bersama rekan-rekannya di sebuah lapangan bola.
Baca juga: Ini Bukti Polisi Soal Pria Tewas di Dogiyai Anggota KKB
“Korban saat itu sedang bersantai bersama teman-temannya di lapangan bola. Mereka sedang mempersiapkan kegiatan pencarian dana. Namun, tiba-tiba terjadi penembakan yang mengakibatkan Nopison Tebai meninggal dunia,” ungkap Deba kepada media ini melalui sambungan telepon seluler, Minggu malam.
Deba berharap aparat keamanan dapat bertindak lebih hati-hati dan tidak gegabah dalam menggunakan senjata api tanpa alasan yang jelas.
Ia menekankan bahwa masyarakat sipil, terutama para pelajar dan pemuda, berhak mendapatkan rasa aman dalam beraktivitas.
“Kami berharap aparat keamanan tidak lagi melakukan tindakan penembakan tanpa alasan yang jelas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, dan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Pihaknya juga mengutuk keras tindakan penembakan tersebut yang telah merenggut nyawa seorang siswa sekolah menengah yang masih memiliki masa depan panjang.
“Kami mengutuk keras pelaku yang begitu mudah melepaskan peluru hingga menewaskan seorang anak murid SMA yang punya masa depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, aparat keamanan gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Idadagi, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Dalam penindakan tersebut, satu anggota KKB dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026).
Plt. Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan respons atas serangkaian gangguan keamanan yang terjadi di jalur Trans Nabire-Enarotali sebelumnya.
Gangguan tersebut meliputi aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).
Menyikapi situasi tersebut, personel BKO Brimob Resimen III yang tengah melaksanakan patroli rutin segera melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi.
“Saat patroli berlangsung pada Minggu (10/5) sekitar pukul 08.50 WIT, aparat mendapat gangguan tembakan dari kelompok bersenjata di Kampung Idadagi. Aparat kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan membalas tembakan tersebut guna melumpuhkan pelaku serta mengantisipasi gangguan keamanan lebih lanjut,” ungkap AKBP Denis dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu siang.
Dalam kontak tembak tersebut, lanjut Denis, satu orang yang diduga kuat merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda, atas nama Napison Tebai, berhasil dilumpuhkan.
Selain melumpuhkan pelaku, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, diantaranya 1 pucuk senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, 3 parang, 1 kapak, busur panah, anak panah. telepon genggam (HP) dan tas noken.
“Selain itu, aparat menemukan dua buku berisi data organisasi TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda, serta satu bundel dokumen terkait TPNPB-OPM, KNPB, dan dokumen lainnya,” pungkasnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Barang-bukti-yang-diamankan-pihak-kepolisian-usai-baku-tembak-dengan-KKB-di-Dogiyai.jpg)