Kamis, 14 Mei 2026

KKB Papua

Ini Bukti Polisi Soal Pria Tewas di Dogiyai Anggota KKB

Selain senjata api dan amunisi, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa tiga parang, satu kapak, busur panah dan anak panah

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM
Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian usai baku tembak dengan KKB di Dogiyai pada Minggu (10/5/2026). 

POS-KUPANG.COM, MIMIKA - Polres Dogiyai membeberkan bukti bahwa pria berinisial NT yang tewas dalam kontak tembak di jalur Dogiyai-Paniai, Papua Tengah, pada Minggu (10/5/2026), adalah bagian dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya satu pucuk senjata api rakitan beserta amunisi kaliber 5,56 mm yang dikuasai oleh pelaku saat proses pengamanan TKP dilakukan.

Selain senjata api dan amunisi, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa tiga parang, satu kapak, busur panah dan anak panah, telepon genggam, serta tas noken yang berisi dokumen mengenai struktur organisasi KKB Kodap XI Odiyai/Dogiyai dan KNPB.

Baca juga: Amankan Logistik dari Gangguang KKB, TNI Bangun Pos baru di Kolf Braza

"Berdasarkan fakta-fakta dan hasil penanganan di lokasi kejadian, dapat dipastikan bahwa korban yang meninggal dunia dalam kontak tembak terindikasi merupakan bagian dari kelompok KKB," ujar Plt Kapolres Dogiyai AKBP Denis Arya Putra dikutip Kompas.com, Rabu (13/5/2026). 

 Dari hasil pemeriksaan awal terhadap isi telepon genggam milik pelaku, ditemukan dokumentasi foto yang menunjukkan pelaku mengenakan atribut KKB sambil memegang senjata api.

Terkait informasi yang menyebut korban merupakan seorang pelajar, pihaknya menyayangkan aktivitas NT yang diduga terafiliasi dengan kelompok bersenjata.

"Terkait kejadian kemarin itu, itu bukan serta-merta. Jadi kejadian sebelumnya sudah ada. Pertama itu penembakan kendaraan warga yang melintas terus pengrusakan. Kendaraan itu dihadang, dirusak dan bawa senjata, setelah melakukan itu lari," ujar Denis.

"Ketika personel kepolisian tiba di lokasi untuk merespons laporan tersebut, aparat langsung mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata, sehingga anggota mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur demi menjaga keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujarnya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, pihak sekolah membantah NT terlibat dengan kelompok bersenjata. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, NT tercatat sebagai siswa aktif kelas XI IPS 2 SMAN 2 Dogiyai.

"Korban bukan anggota kelompok tertentu, melainkan anak murid kami sendiri. Ia anak asli Dogimani dan masih aktif sebagai siswa SMA," ujar Operator SMAN 2 Dogiyai, Benny Go. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved