Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 9 Mei 2026, “Dunia Membenci Kamu"
Namun hidup yang lahir dari Paskah tidak membuat murid menjadi “selalu aman”. Hari ini Yesus justru berkata dengan tegas: “Dunia membenci kamu.”
Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu Biasa Pekan Paskah kelima– 9 Mei 2026
Bacaan I: Kis. 16: 1-10
Injil: Yoh. 15: 18-21
Tema: “Dunia membenci kamu”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Sabtu pekan Paskah kelima ini meneguhkan kita bahwa Yesus hidup.
Namun hidup yang lahir dari Paskah tidak membuat murid menjadi “selalu aman”. Hari ini Yesus justru berkata dengan tegas: “Dunia membenci kamu.” Kata-kata itu terasa berat, tetapi sebenarnya menjadi terang: dunia tidak selalu menerima jalan Tuhan.
Bacaan hari ini menolong kita melihat bahwa ketika kita setia pada iman, kita bisa mengalami penolakan dan pada saat yang sama, Tuhan tetap memimpin langkah kita.
Saudara-saudari terkasih.
Bacaan pertama ini (Kis 16:1-10) Paulus dan rekan-rekannya menyeberangi wilayah untuk mewartakan Injil, tetapi mereka mengalami “hambatan” dalam rencana mereka.
Menariknya, hambatan itu tidak membuat mereka berhenti; mereka justru menafsirkan langkah mereka di bawah pimpinan Tuhan. Ketika ada penglihatan tentang Makedonia, mereka mengambil keputusan dan melanjutkan pewartaan.
Artinya: Allah memimpin, bahkan melalui jalan yang tidak mudah. Dalam Injil (Yoh 15:18-21) Yesus memberi penjelasan mengapa murid bisa dibenci: karena dunia pernah menolak Dia. Jika Yesus yang adalah kebenaran ditolak, murid pun akan mengalami hal serupa.
Namun Yesus juga memanggil kita untuk tidak kehilangan identitas: kebencian bukan berarti salah iman, melainkan menyingkap bahwa terang dan kegelapan selalu berhadapan.
Refleksi kita adalah “Tidak disukai”: Bagian hidup mana yang membuat kita “tidak disukai” karena iman?
Permenungan kita: apakah kita pernah merasa jujur membuat kita tidak nyaman dengan lingkungan, atau lebih memilih menjaga nilai-nilai Kristiani tapi mendapat cibiran?
“Bethan atau mundur”: saat mengalami penolakan, apakah kita bertahan dalam kebenaran atau justru mundur demi aman?
Dalam Kisah Para Rasul, hambatan tidak menghentikan misi. Permenungan kita: penolakan di tempat kita sering membawa kita semakin dekat kepada Tuhan (seperti Paulus) atau membuat kita ragu dan berubah arah? “Respon”: bagaimana sikap batin kita: takut, marah, atau tetap penuh kasih saat ditolak? Yesus tidak menyuruh murid membenci balik.
Permenungan kita: ketika menghadapi ketidaksetujuan atau ditolak, apakah kita menjaga nada, pilihan kata, dan tindakan tetap mencerminkan kasih Kristus?
Saudara-saudari terkasih,
| Renungan Harian Katolik Jumat 8 Mei 2026, "Inilah Perintah-Ku" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 8 Mei 2026, "Tuhan Memilih dan Aktif Mengasihi Kita" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 7 Mei 2026 'Hidup Dalam Relasi Kasih' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 7 Mei 2026 'Sama seperti Aku telah Mengasihi Kamu' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 7 Mei 2026 “Tinggalah Dalam Kasih-Ku” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)