Jumat, 8 Mei 2026

KKB Papua

KKB Kembali Tembaki Kapal Logistik di Yahukimo

Atas gangguan keamanan itu menyebabkan satu kapal memilih kembali ke wilayah aman.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
ILUSTRASI – Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata Papua atau KKB di Yahukimo Papua Pegunungan. 

POS-KUPANG.COM, YAHUKIMO - Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB) dilaporkan kembali menembaki kapal pengangkut logistik yang tengah menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, saat melintasi jalur sungai di kawasan tersebut. Insiden penembakan kapal logistik itu terjadi pada Senin (4/5/2026). 

Atas gangguan keamanan itu menyebabkan satu kapal memilih kembali ke wilayah aman setelah mendapat serangan tembakan.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kapal yang diserang merupakan kapal pengangkut bahan kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras.

Baca juga: Aparat Keamanan Tangkap Dua anggota KKB Batalyon Yamue 

"Memang benar ada laporan kapal pengangkut logistik (beras) tujuan Dekai ditembak KKB saat melintasi sungai," kata Mayjen TNI Frits Pelamonia dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, terdapat tiga kapal yang melintas saat kejadian berlangsung. Dua di antaranya membawa logistik dari Merauke menuju Dekai.

Namun kapal yang berada di posisi belakang menjadi sasaran tembakan sehingga terpaksa menghentikan perjalanan dan kembali ke wilayah Suator.

"Salah satu dari dua kapal pengangkut logistik itu yakni yang berada di bagian belakang ditembaki sehingga balik kanan dan berlabuh di Soator," kata Mayjen TNI Pelamonia.

Meski satu kapal terpaksa mundur, dua kapal lainnya tetap melanjutkan perjalanan menuju Dekai.

Mayjen TNI Frits Pelamonia menyayangkan aksi penembakan tersebut karena logistik yang dibawa diperuntukkan bagi masyarakat di Yahukimo yang sangat bergantung pada distribusi melalui jalur sungai.

Ia mengungkapkan saat ini pos TNI terdekat berada di Soator, wilayah Kabupaten Asmat, dengan jarak sekitar 101 kilometer dari lokasi kejadian.

Kondisi itu membuat respons pengamanan membutuhkan waktu lebih panjang saat insiden terjadi di jalur distribusi logistik.

"Ia mengakui, pos TNI hanya ada di Soator yang masuk wilayah Kabupaten Asmat dan jaraknya sekitar 101 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP)," demikian disampaikan Pangdam.

Karena itu, TNI berencana memperkuat pengamanan di kawasan sekitar Kali Braza dengan membangun pos baru guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan keamanan serupa.

"Oleh karena itu, tambahnya, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat di Kali Braza untuk mendirikan pos guna mengamankan dan mempermudah penanganan saat ada insiden seperti ini."

Keberadaan jalur sungai di wilayah Papua Pegunungan selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat maupun udara. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved