Sabtu, 9 Mei 2026

Kredit Usaha Rakyat

Replikasi M Bloc Space Perkuat KUR bagi UMKM

Muhaimin juga menyoroti perkembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMKM yang menunjukkan tren positif.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
TRIBUNNEWS.COM
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -  Pengembangan model M Bloc Space terus didorong untuk direplikasi di berbagai daerah sebagai upaya memperluas akses pelaku UMKM dan ekonomi kreatif terhadap ruang usaha dan pasar.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar usai menghadiri Rapat Terbatas Menteri (RTM) di M Bloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Menko Muhaimin menilai kawasan tersebut telah terbukti menjadi ruang strategis yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan ruang publik seperti M Bloc Space tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari BUMN sebagai pemilik aset, pengelola kreatif, hingga dukungan pemerintah daerah. Model sinergi ini dinilai perlu direplikasi di berbagai wilayah untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Baca juga: Kerugian Negara Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Capai Rp11,4 Miliar

Di sisi lain, Muhaimin juga menyoroti perkembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan UMKM yang menunjukkan tren positif. Ia menyebut capaian tersebut menjadi indikator penting dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, kesimpulannya KUR dan perkreditan untuk UMKM sangat positif perkembangannya. Pemerintah terus mengoptimalkan agar benar-benar bermanfaat langsung bagi pelaku usaha,” ujar Muhaimin.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penyaluran kredit tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga harus berdampak nyata terhadap pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, kualitas penyaluran dan pendampingan usaha terus diperkuat.

Muhaimin juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti risiko kredit macet dan keterbatasan akses pasar. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan ekosistem pasar yang lebih kondusif agar produk UMKM dapat terserap secara optimal.

“Kita tidak ingin pelaku UMKM terjebak pada kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, kita juga harus memastikan pasar tersedia dan aksesnya terbuka luas,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa, termasuk sektor pariwisata dan usaha berbasis kearifan lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa tren kredit perbankan untuk sektor UMKM terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Pada 2025, total kredit UMKM mencapai sekitar Rp1.487 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan, melainkan juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

“Pengalokasian kredit kepada sektor UMKM tidak bisa hanya dilihat dari jumlahnya. Ada kondisi di mana UMKM sudah mampu memproduksi barang, tetapi belum terserap pasar, sehingga berisiko menimbulkan kredit macet,” jelasnya.

Ia menambahkan, derasnya arus barang impor menjadi tantangan tersendiri bagi produk UMKM dalam menembus pasar domestik. Oleh karena itu, strategi penguatan UMKM ke depan harus mengintegrasikan akses pembiayaan dengan perluasan pasar.

Melalui sinergi kebijakan antara pembiayaan, akses pasar, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis UMKM Indonesia akan semakin berdaya dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional.   (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved