Rabu, 6 Mei 2026

Nasional Terkini 

Nilai Tukar Rupiah Kian Terpuruk, Tembus Rp 17.400 per Dollar AS

Nilai tukar rupiah kian anjlok. Di pasar spot, rupiah melemah saat pembukaan perdagangan Selasa (5/5/2026). 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Alfons Nedabang
Foto Shutershock
Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah. Nilai tukar rupiah di pasar spot kian melemah saat pembukaan perdagangan Selasa (5/5/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,04 persen ke level Rp 17.400 per dollar AS. 

Bank Indonesia (BI) memastikan akan mengoptimalkan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Hal ini merespons pelemahan rupiah yang pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (5/5) telah menembus level Rp 17.400 per dollar AS. 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pihaknya akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik, sekaligus menjaga agar nilai tukar rupiah tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi domestik.

Untuk menjaga stabilitas, BI mengoptimalkan berbagai instrumen operasi pasar valuta asing, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," ujarnya kepada media, Selasa.

BI mencatat, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini melemah 3,65 persen. Kendati demikian, pergerakan rupiah sejak awal eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang negara emerging market lainnya.

Sejumlah mata uang emerging market tercatat mengalami tekanan, di antaranya Philippine peso yang melemah 6,58 persen, Thailand baht 5,04 persen, Indian rupee 4,32 persen, Chile peso 4,24 persen, serta Korean won 2,29 persen.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," tegasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau kembali melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda terdepresiasi 0,04 persen ke level Rp 17.400 per dollar AS.

Adapun pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.394 per dollar AS, sehingga menunjukkan pelemahan tipis secara harian.

Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini tercatat bervariasi. Philippine peso menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,21 persen. Disusul ringgit Malaysia yang turun 0,18 persen, serta baht Thailand yang melemah 0,1 persen.

Dollar Hong Kong juga terkoreksi 0,03 persen, sedangkan dollar Taiwan bergerak relatif terbatas dengan kecenderungan melemah terhadap dollar AS.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,2 persen. Penguatan juga tercatat pada yen Jepang dan dollar Singapura yang masing-masing menguat tipis sebesar 0,02 persen. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved