Jumat, 29 Mei 2026

Intenasional Terkini

Qatar Dikabarkan jadi Lokasi Baru Pembahasan Kesepakatan Damai Iran - AS

Perundingan tersebut berlangsung setelah Washington dan Tehran sama-sama meredam ekspektasi mengenai tercapainya terobosan dalam waktu dekat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ryan Nong
kontan
Ilustrasi perundingan damai Iran dan Amerika Serikat di Pakistan 

 

POS-KUPANG.COM, DOHA - Pembicaraan intensif antara Iran dan Amerika Serikat dikabarkan dilakukan di Doha, Qatar, dengan fokus utama pada pembukaan kembali Selat Hormuz serta isu program nuklir Iran.

Seorang pejabat yang mengetahui langsung kunjungan delegasi Iran ke Doha mengatakan bahwa negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran berada di Qatar untuk bertemu Perdana Menteri Qatar guna membahas potensi kesepakatan dengan AS.

Perundingan tersebut berlangsung setelah Washington dan Tehran sama-sama meredam ekspektasi mengenai tercapainya terobosan dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Washington masih akan memberikan peluang bagi jalur diplomasi sebelum mempertimbangkan opsi lain terhadap Iran.

Baca juga: Jet Tua Iran Hancurkan Pangkalan Amerika Serikat di Kuwait

“Ada proposal yang cukup solid terkait kemampuan mereka untuk membuka selat, memastikan Selat Hormuz kembali dibuka, masuk ke dalam negosiasi yang nyata, signifikan, dan berbatas waktu mengenai isu nuklir, dan kami berharap itu bisa tercapai,” ujar Rubio kepada wartawan di New Delhi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan baik. Trump juga mendorong lebih banyak negara Arab dan mayoritas Muslim untuk bergabung dalam Abraham Accords, yakni kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel.

Trump menyebut Arab Saudi dan Qatar seharusnya segera bergabung dalam perjanjian tersebut.

Dalam unggahan lainnya, Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran akan menjadi “kesepakatan yang hebat dan bermakna, atau tidak akan ada kesepakatan sama sekali.”

Iran Sebut Belum Dekat dengan Kesepakatan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa sejumlah isu memang telah mencapai titik kesimpulan. Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa kedua pihak sudah dekat dengan penandatanganan perjanjian.

Menurut sumber Reuters, pembahasan di Doha berfokus pada Selat Hormuz dan persediaan uranium dengan pengayaan tinggi milik Iran. Gubernur bank sentral Iran juga ikut dalam delegasi untuk membahas kemungkinan pencairan dana Iran yang dibekukan di luar negeri sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

Baghaei menjelaskan bahwa nota kesepahaman potensial itu memuat 14 poin dan berfokus pada penghentian perang serta blokade laut AS di Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Iran akan mengambil langkah untuk menjamin keamanan jalur pelayaran di kawasan strategis tersebut.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan saat ini belum berfokus pada isu nuklir. Pembahasan mengenai program nuklir Iran baru akan dinegosiasikan selama periode 60 hari apabila kerangka kesepakatan awal disetujui.

Trump sebelumnya menegaskan bahwa tujuan utama AS dalam konflik ini adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir melalui uranium yang diperkaya tinggi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved