Minggu, 31 Mei 2026

Sosok dan Profil

Sosok Yoneta Malauf Rusae, ASN yang Menjahit Harapan Lewat Jarum dan Benang

Bagi perempuan yang akrab disapa Yonna ini, meja jahit bukanlah tempat pelarian, melainkan ruang pengabdian tanpa batas

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DOK-Pribadi
SOSOK- Sosok Yoneta Malauf Rusae pengelola Sanggar Kegiatan Belajar milik Pemerintah Kota Kupang. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Di tengah padatnya jam kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Yoneta Malauf Rusae selalu punya cara untuk menghidupkan jiwanya. 

Bagi perempuan yang akrab disapa Yonna ini, meja jahit bukanlah tempat pelarian, melainkan ruang pengabdian tanpa batas untuk melatih dan memberdayakan masyarakat Kota Kupang.

Perempuan kelahiran TTU, 12 Juni 1988 itu sehari-hari mengabdi sebagai pamong belajar di SPNF SKB Kota Kupang. 

Lulusan Universitas Timor (Unimor) tahun 2013 tersebut mulai menekuni dunia menjahit sejak tahun 2022, ketika dirinya dipercaya menjadi pengurus dalam kursus menjahit di SKB ( Sanggar Kegiatan Belajar ) milik Pemerintah Kota Kupang.

Baca juga: Sosok Rambu Hagya Bani, Gadis Cilik dari Bumi Biinmaffo TTU Taklukkan Panggung Nasional

“Dari situ saya mulai tertarik untuk mengikuti kursus menjahit secara serius pada tahun 2023,” ujarnya.

Ketertarikannya pada dunia tata busana terus berkembang. Ia belajar dari para instruktur kursus, di antaranya Ibu Lindamon Merukh dan Bapak Petrus Hida. 

Namun, Yonna tidak berhenti hanya pada materi pelatihan. Ia juga memperdalam kemampuan secara otodidak, terutama untuk menjahit rompi dan celana.

Menurutnya, dunia menjahit membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan konsistensi. Tantangan terbesar justru muncul pada tahap awal ketika harus menyatukan bagian-bagian pakaian agar terlihat rapi dan presisi.

Baca juga: Sosok Niken Tuan : Meneguhkan Komitmen Iman di Altar GMIT Efata Bello

“Kadang ada benang putus, jarum patah, atau kain tersangkut di mesin. Semua itu melatih kesabaran,” katanya sambil tersenyum.

Meski berstatus ASN dengan rutinitas kerja yang padat, Yonna berusaha membagi waktu secara disiplin. Aktivitas menjahit biasanya dilakukan pada malam hari atau akhir pekan setelah menyelesaikan tugas kantor.

“Saya menetapkan skala prioritas. Tugas sebagai ASN harus tetap berjalan baik, sementara menjahit saya jalani dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Kemampuan menjahit yang dimiliki Yonna kini tidak hanya menghasilkan karya berupa rok, blus, dan gaun, tetapi juga menjadi bekal untuk mengajar keterampilan kepada warga belajar di SKB Kota Kupang. 

Baca juga: Sosok AIPDA Yunus, Bhabinkamtibmas Golo Mori yang Ringan Tangan Bangun Desa

Ia mengaku mulai menerima pesanan jahitan setelah mengikuti kursus dan dipercaya memberikan pembelajaran keterampilan menjahit.

Dukungan keluarga dan lingkungan kerja menjadi energi tersendiri bagi dirinya untuk terus berkembang. Baginya, keterampilan adalah bentuk investasi hidup yang bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

Di tengah tuntutan birokrasi yang kerap identik dengan pekerjaan administratif, sosok Yonna menunjukkan bahwa ASN juga dapat bertumbuh sebagai pribadi kreatif dan produktif. 

Dari ruang kelas hingga mesin jahit, ia sedang menjahit harapan, bahwa pengabdian dapat lahir dari keterampilan sederhana yang ditekuni dengan hati.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved