Sabtu, 9 Mei 2026

Timor Leste

Mengenal Masa Prasejarah dan Prakolonial di Timor Leste Negara Lorosae

Migrasi Austronesia di pulau Timor dikaitkan dengan perkembangan agrikultur di pulau tersebut

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi bendera Timor Leste 

Pada waktu Perang Dunia II, Dili diduduki oleh Sekutu pada tahun 1941, dan kemudian oleh Jepang pada tahun 1942. Pegunungan di pulau Timor menjadikan koloni tersebut menjadi bagian dari kampanye gerilya yang dikenal sebagai Pertempuran Timor.

Pasukan Sekutu bersama dengan sukarelawan pribumi bersama-sama bertempur melawan pasukan Jepang, yang mengakibatkan sekitar 40.000 hingga 70.000 rakyat sipil tewas. Jepang pada akhirnya menguasai pulau tersebut dan mengusir Pasukan Australia dan Sekutu pada tahun 1943.

Namun, Portugis kembali menguasai pulau tersebut setelah kekalahan Jepang di akhir Perang Dunia II.

Portugal kemudian memulai investasi ke koloni tersebut sejak tahun 1950-an, dengan mendanai pendidikan dan mempromosikan ekspor kopi. Kendati demikian, perekonomian koloni tidak kunjung membaik dan pengembangan infrastruktur masih terbatas.

Pertumbuhan ekonomi koloni hanya meningkat 2 persen setiap tahunnya. Keadaan tersebut pada akhirnya memuncak ketika Portugal meninggalkan koloni tersebut setelah Revolusi Anyelir pada tahun 1974.

Penelantaran tersebut memicu terjadinya perang saudara di antara partai politik di Timor Timur. Partai Front Revolusi Independen Timor Leste (Fretilin) melawan upaya pengambilalihan kekuasaan oleh Uni Demokrasi Timor (UDT) pada bulan Agustus 1975 dan memproklamasikan kemerdekaan secara sepihak pada tanggal 28 November 1975 sebagai Republik Demokratik Timor Leste.

Indonesia, yang takut akan adanya negara komunis di kepulauan Nusantara, melancarkan operasi militer dan menginvasi Timor Timur pada tanggal 7 Desember 1975. Pada tanggal 17 Juli 1976, Indonesia mendeklarasikan Timor Timur sebagai provinsi ke-27.

Merespons hal tersebut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menentang invasi tersebut dan teritori Timor Timur pada saat itu dianggap sebagai "wilayah yang tidak memiliki pemerintahan sendiri di bawah administrasi Portugis".

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved