Mutiara Ramadhan
Mutiara Ramadhan - Kekuatan Shalat Lail Ramadhan
Salah satu kekuatan Ramadan ialah keuatan salat lail atau biasa disebut salat tahajjud. Kekuatan salat lail itu luar biasa.
Mutiara Ramadhan - Kekuatan Shalat Lail Ramadhan
Oleh: Menteri Agama, Nasaruddin Umar
POS-KUPANG.COM - Salah satu kekuatan Ramadan ialah keuatan salat lail atau biasa disebut salat tahajjud. Kekuatan salat lail itu luar biasa. Salat lail adalah salat yang dilakukan lewat tengah malam.
Salat tahajjud tidak perlu diragukan kemuliaannya. Nabi pernah bersabda, seandainya aku tidak
khawatir itu diwajibkan oleh Allah SWTdi kemudian hari maka aku akan menganjurkan umatku untuk selalu shalat taajjud.
Jangankan salat tahajjud, salat-salat lain yang dilakukan di malam hari itu juga amat penting artinya. Malam hari adalah waktu paling baik untuk melaksanakan salat, karena sepertinya jarak antara Tuhan dengan hamba tersa lebih dekat di malam hari.
Mungkin itulah sebabnya mengapa umumnya salat disyariatkan di malam hari, seperti salat magrib, Isya, tarwih, lail, tahajjud, witir, fajr, dan subuh. Di siang hari hanya ada salat dhuhur dan ashar dan di pagi hari ada dhuha.
Di dalam Alquran Allah menjanjikan suatu tempat khusus yang amat terpuji bagi para hamba yang rajin tahajjud.
“Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Allah Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Q.S. al-Isra’/17:79).
Imam Syafi’ yang terkenal dengan shalat malamnya pernah memberikan salahsatu kiat
mencapai keberhasilannya ialah dengan banyak begadang melakukan ibadah dan mujahadah
di malam hari.
Baca juga: Mutiara Ramadhan - Menjemput Lailatul Qadr
Ia pernah membuat suatu pernyataan yang diabadikan di dalam kitab al Mahfudhat, yaitu: Man thalabal ula syahiral layali (Barangsiapa yang menuntut ketinggian martabat di sisih Tuhan hendaklah banyak berjaga di malam hari).
Imam Syafi’ terkenal dengan shalat tahajjudnya. Ia memperoleh banyak inspirasi cerdas di malam hari. Pengarang buku buku yang berjilid-jilid ini menyelesaikan banyak bukunya di malam hari.
Para shufi banyak sekali mengaku banyak sekali memberikan pengakuan kalau dirinya memperoleh prestasi spiritual di malam hari.
Dalam sejarah Islam, prestasi puncak banyak terjadi di malam hari, seperti awal turunnyanya Alquran, Isra’ Mi’raj dan Lailatul Qadr.
Malam hari seolah-olah jarak antara hamba dengan Tuhan begitu dekat. Dimalam hari yang aktif lebih domeinan ialah enerji batin sehingga lebih mudah kita untuk khusyuk.
Mungkin itulah sebabnya mengapa shalat, baik fardhu maupun sunnat, lebih banyak disyari’atkan di malam hari, seperti shalat Magrib, Isya, Tarwih, Lail, Tahajjud, Witir, Fajr, Subuh, dan salat-salat sunnat lainnya.
Sedangkan di siang hari hanya ada salat dhuhur dan ashar. Salat tahajjud dilakukan ketika semua orang asyik dengan tidurnya, sementara ada segelintir hamba-Nya tersungkur di atas sajadah di tengah kesunyian malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-Mutiara-Ramadhan.jpg)