Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Mutiara Ramadhan

Mutiara Ramadhan - Awalilah dengan Taubat

Taubat berasal dari akar kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar yang dituntunkan Allah SWT.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
Menteri Agama, KH. Nasaruddin Umar. 

Mutiara Ramadhan - Awalilah Dengan Taubat
Oleh: Menteri Agama Nasaruddin Umar

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Awalilah perbaikan masa lampaunya dengan taubat. Taubat berasal dari akar kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar yang dituntunkan Allah SWT.

Jika seseorang datang dan bertaubat dengan taubat sejati (taubah nashuha) maka tidak ada mudharatnya bagi Allah SWT untuk mengampuni yang bersangkutan.

Bahkan Allah SWT menyatakan: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah/2” 222). 

Sebesar apa pun dosa seseorang, jika ia bertobat sepenuh hati maka ia akan mendapatkan pengampunan dosa Tuhan, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’/4: 110).

Ayat lain yang bisa memberikan rasa optimisme bagi para pendosa ialah: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S. al-Hasyr/39:53).

Kata yagfir al-dzunub jami’a (mengampuni dosa semuanya), adalah sebuah jaminan dari Allah Swt bagi yang dating dengan taubat yang tulus (taubat nashuha).

Imam Al-Gazali dalam Ihya’ ‘Ulumddin-nya, mengatakan, seseorang dinilai bertaubat sepenuh hati jika memenuhi tujuh syarat syarat taubat.

Yaitu, mengucapkan istigfar, meninggalkan dan menjauhi dosa atau maksiat, menyesal sedalam-dalamnya akan kekhilafannya, bertekad dan bersumpah untuk tidak akan kembali melakukan dosa itu, mengganti perbuatan dosa itu dengan amal kebajikan, mengembalikan harta atau hak orang lain yang pernah diambil, dan menyampaikan permohonan maaf secara jujur kepada orang yang pernah difitnah atau dibicarakan aibnya.

Jika orang sudah melakukan keseluruhan syarat taubat tersebut maka pengampunan dosa dijamin dari Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam hadis: “Orang yang bertaubat seperti orang yang tak berdosa”.

Banyak bukti yang diungkapkan dalam ayat dan hadis bahwa sebesar apapun dosa seorang hamba jika datang dengan kesadaran sesungguh hati maka tidak ada beban bagi Tuhan untuk mengampuninya.

Dalam sebuah hadis Riwayat Bukhari diceritakan seorang pemuda yang terkenal kejahatannya. Tiba-tiba pemuda ini mendatangi seorang ulama.

Ia bertanya masih adakah jalan bagi Tuhan mengampuni dosa-dosanya yang amat besar dan banyak? Sang ulama bertanya, dosa-dosa apa saja yang pernah dilakukan.

Dijawab semua dosa besar, seperti merampok, memperkosa, dan termasuk sudah membunuh 99 orang. Sang ulama terperanjat dan spontanitas mengatakan, subhanallah, jangankan 99 orang seorang saja yang engkau bunuh pasti engkau akan mendapatkan murka Tuhan dan dimasukkan ke dalam neraka.

Mendengar jawaban itu, sang pemuda menghunus pedangnya dan membunuh ulama ini, maka genaplah 100 orang yang dibunuh.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved