KPK Tolak Pilkada Melalui DPRD, Risiko Transaksi Kekuasaan Semakin Tinggi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
KPK berharap wacana reformasi pilkada tidak hanya terjebak pada isu efisiensi biaya.
Reformasi harus mengedepankan nilai moral publik dan memastikan kekuasaan bersih dari intervensi para cukong politik.
Hasil Survei
Sementara itu, sejumlah survei mengungkapkan mayoritas publik memilih Pilkada langsung ketimbang Pilkada tidak langsung.
Seperti terlihat dari hasil survei Litbang Kompas.
Suara mayoritas publik yang tetap menghendaki pilkada langsung oleh rakyat terekam dalam jajak pendapat Litbang Kompas, Desember lalu.
"Sebanyak 77,3 persen publik menyatakan hal itu," bunyi jajak pendapat dilansir dari Kompas.id, Senin (12/1/2026).
Kemudian yang menyebut bahwa kepala daerah dipilih oleh DPRD adalah sistem yang paling cocok sebesar 5,6 persen.
Sementara itu, 15,2 persen responden menyatakan "Keduanya sama saja" dan 1,9 persen publik menjawab "Tidak tahu".
Dari 77,3 persen publik yang mengatakan cocok terhadap pilkada langsung, 46,2 persen di antaranya menyatakan bahwa demokrasi dan partisipasi menjadi alasannya memilih sistem tersebut.
Lalu, 35,5 persen menjawab bahwa kualitas pemimpin menjadi alasan memilih pilkada dipilih oleh rakyat secara langsung.
Selanjutnya, ketidakpercayaan terhadap pemerintah (5,4 persen), lainnya (1,4 persen), dan tidak tahu (4,5 persen).
Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada 8-11 Desember 2025, dengan 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi.
Margin of error dalam jajak pendapat ini sebesar kurang lebih 4,24 persen.
Hasil tak jauh berda muncul dari lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
KPK tolak Pilkada melalui DPRD
Ketua KPK
Setyo Budiyanto
pemilihan kepala daerah (Pilkada)
POS-KUPANG.COM
| Amerika Serikat Klaim Iran Siap Berdamai |
|
|---|
| Soal Ujian Sekolah dan Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 177: Lembaga Politik |
|
|---|
| BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Pembiayaan |
|
|---|
| Soal Ujian Sekolah dan Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 76 :Lingkungan Sekitar |
|
|---|
| Menteri PKP Sebut Realisasi KUR Perumahan Sudah Capai Rp16,8 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-KPK-Setyo-Budiyanto-ok.jpg)