Sabtu, 6 Juni 2026

Obituari

In Memoriam Valentino Luis

Valentino Luis adalah pengguna medsos yang aktif sehingga banyak orang selalu terhubung dengan aktivitasnya seabrek

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Edi Hayong
DOKUMENTASI PRIBADI VALENTINO LUIS
Valentino Luis 

Tempat yang biasa saja di mata awam, dalam jahitan kata dan kalimat Valentino Luis - berubah menjadi sesuatu yang berkesan. Penuh pesona memikat badan dan jiwa.

Kiranya banyak orang berkunjung ke objek wisata di NTT, luar NTT maupun manca negara setelah membaca tulisan Valentino Luis. Saya yakini itu.

Pilihan judulnya umumnya puitik berisi. "Sensasi Elevasi Potosi" demikian dia beri titel perjalanannya ke Bolivia, dipublikasikan Majalah Batik Air edisi Juni 2014.  

Bolivia adalah negara terkurung daratan di Amerika Selatan berbatasan dengan Peru, Brasilia, Paraguay, Argentina dan Chile.

Valentino Luis berkunjung ke Kota Potosí, Bolivia. Kota dengan elevasi tak lazim. Meski letaknya di kaki Gunung Cerro Rico, posisi  Potosí sudah lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut (dpl). Karena letaknya itulah ia digadang sebagai kota tertinggi di planet bumi. 

Pada hari keempat di Bolivia, Valentino  memijakkan kaki di Salar de Uyuni atau nama lain Salar de Tunupa. Tempat favorit wisatawan dunia.

Ini adalah hamparan garam terluas di dunia, mencapai 10,582 km2  atau dua kali lipat dari luas Pulau Dewata Bali.  

Valentino menulis, "Menemukan dataran garam maha luas, mendapati diri laksana miniatur hidup di bentang whiteboard gigantis. Ada perasaan seolah sedang berenang di lautan terdalam ketika menghirup uap garamnya, namun saya pun menyadari bahwa kami berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut."

Bukankah kata-kata Valentino membawa imajinasi pembaca ikut "merasakan" sensasi padang garam maha besar di sana?

Demikianlah kepiawaian Putra NTT ini selama puluhan tahun menjadi traveler. Penulis wisata sekaligus wisatawan penulis. 

Dia jurnalis terbaik. Dia nyaris sempurna sebagai penulis dan fotografer. Foto-fotonya bercerita, tulisan-tulisannya enak dibaca dan kaya perspektif. Lama tertanam di otak dan hati.

Kontak pertama saya dengan Valentino jauh sebelum Facebook hadir. Yang baru ada kala itu Friendster, pelopor platform media sosial global yang populer di atas tahun 2002, untuk berbagi profil, foto, dan testimonial antar teman. 

Kenangan di Dili

Saya jatuh hati pada caranya merangkai kata dan kalimat sejak pertama kali membaca tulisannya yang dia unggah di blog pribadi. Valentino Luis merupakan blogger ternama di masanya.

Saya rutin memberi apresiasi, komentar dan terutama berterima kasih karena melalui tulisannya saya seperti ikut melanglang buana. Perjumpaan kami memang lebih kerap lewat jagat maya. 

Kami bersua langsung hanya beberapa kali, dan tidak lama. Satu di antaranya yang agak lama durasinya saat bersama  ikut penerbangan perdana Maskapai Air Timor Kupang-Dili pada Desember 2017.  Di Dili kami sempat berbagi cerita dan menikmati keramahan tuan dan rumah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved